S’lalu
begini Selalu begini
Tiap
aku mencoba cool di hadapanmu
Jantungku
terasa lepas nafas tak terkendali
Nervous
mendera sekujur tubuhku
Pasti
begini, pasti begini
Tiap
aku mencoba cool di hadapanmu
Kata
yang kusiapkan lenyap begitu saja
Di
depanmu aku seperti tak berarti
Pemuda itu
memberikan mic nya pada penonton.
Aku
slalu lupa bawa Agni.
Teriak
kompak seluruh penonton, sementara yang bernyanyi tersenyum penuh arti.
“oke The
Finesh Tree”
“eits jangan
dulu turun, sini mau tanya dulu”
“mau tanya
sama Cakka”
Yang di
sebutpun mendekat, “Agni siapa Agni?”tanya host itu menggoda
“hah?!
Haha...”pemuda itu malah tertawa,
“tanya fans
nya deh ya”
“siapa
Agni?”
“Agni itu
temen kecilnya Cakka”
“wah benar
itu Cakka?”
Cakka menggaruk-garuk
kepalanya yang tak gatal.
“iya”
“kalo boleh
tau Kka, gimana ciri-cirinya”
“dulu... dia
itu tomboy, sepatunya selalu sepatu kest...”
***
Seorang
gadis mengenakan wedges 10cm, memasangnya senyaman mungkin.
***
“kalo pake
baju, seenaknya dia aja, kadang gak nyambung”
***
Gadis itu
merapihkan pakaiannya, seperti dress namun sebut saja sebuah gamis.
***
“rambutnya
itu, selalu di kuncir, padahal kalo gak di kuncir cantik banget”
***
Gadis itu
merapihkan kerudung yang telah ia pasang dengan berbagai fariasi.
***
“pokoknya
dia sederhana banget”Cakka mengakhiri .
“kayaknya
kamu kenal banget sama gadis itu ya, apa harapan kamu terhadap dia”
“aku harap
bisa ketemu dia, setelah 9 tahun gak ketemu”
***
Cakka
tertawa dengan kakaknya yang tak lain adalah Elang.
“gila ya
loe, gimana kalo cewek loe nonton dan liat loe ngomongin Agni?”
Cakka
mengangkat bahunya, “gimana entar aja deh”
Keduanya
tertawa kembali, meratapi ke bodohan Cakka.
***
“Ma, Cakka
sama mas Elang pulang”teriak Cakka, memasuki rumahnya itu.
“Cakka,
Elang, sini”
Cakka dan
Elang berjalan ke arah sumber suara.
Begitu ke
sana, Cakka terpaku di tempat melihat seorang gadis yang duduk di hadapan Mama
nya.
“gak usah
kaget gitu Cakka”ujar Mama, menahan tawa.
“siapa
Ma?”tanya Elang
“kalian lupa
sama dia? Ini Agni”kata Mama
Gadis itu
tersenyum ramah, “assalamu’alaikum”
“wa’alaikumsalam”jawab
Elang.
“Agni ini
udah di jodohkan sama kamu El, dan dia akan tinggal di sini karena mau
meneruskan kuliah disini”jelas Mama,
Cakka diam,
mencerna apa yang di katakan Mamanya.
Ini Agni,
Agninya yang dulu, ia telah berjanji akan menikah dengan Agni, tapi itu dulu,
saat mereka berumur 8 tahun, apakah itu masih berlaku?
“nah Agni,
kamu ingatkan sama Masmu”
Agni
tersenyum ragu, “iya Bu”
“lebih baik
kalian sekarang istirahat”perintah Mama
Cakka
mengangguk setelah itu berlalu tanpa berkata apapun.
El menatap
adiknya dengan aneh, “El juga pamit Ma, Ni”Elang beranjak.
“kamu juga
sana, kamar kamu di sebelah kamar Elang, jadi kalo ada apa-apa panggil dia
aja”jelas mama
Agni
tersenyum menanggapinya.
***
Cakka turun
dari lantai atas dengan lesu, gak tau kenapa hari ini sangat membuatnya malas
untuk beraktifitas.
“Kka, udah
bangun”sapa Agni
Cakka
menatap Agni sekilas yang berada di meja makan, menyiapkan sarapan. Namun Cakka
berlalu begitu saja ke arah dapur.
“Agni”sapa
Elang
Agni
tersenyum, “hei Mas, udah Sholat?”
Elang
tersenyum, kemudian duduk di meja makan. “udah, kamu rajin banget. Beruntung
sekali kalau seandainya perjodohan kita berjodoh”
Agni
menunduk, tersipu malu, “apaan sih Mas ini, udah ah Agni mau bantu Ibu dulu”
Elang
tertawa melihat tingkah lucu Agni.
Cakka duduk
di samping Elang, “seneng banget loe dapet dia”guman Cakka
Elang
menatap adiknya, “loe suka sama Agni?”
“gak”jawab
Cakka dengan dingin
Elang
tersenyum, “bagus deh”
Ponsel Cakka
berdering.
“morning sayang”
“morning
juga”jawab Cakka sekenanya.
“udah sarapan?”
“baru mau”
“terus lagi ngapain sekarang?”
“lagi diem
aja”
“kamu kenapa sih dingin gitu Kka”
“udah ya Fy,
aku lagi gak mood, nanti aja lagi, bye”
Elang
berpandangan dengan Agni, setelah itu beralih pada Cakka, “tumben loe dingin
sama dia”
“lagi gak
mood”jawab Cakka
“sarapan
yuk, Papa mana?”tanya Mama
“ini baru
juga turun”ucap Papa
Masing-masing
dari mereka mulai menyuapkan makanannya, “enak gak El?”tanya Mama
“enak banget
Ma”komentar Elang
“buatan Agni
lho”ucap mama
“uhuk”Cakka
segera mengambil minum, begitu mendengar nama Agni ia tersedak karena kaget.
Agninya ini
benar-benar berubah 3600
“kenapa
Kka?”tanya Papa
“gapapa kok”Cakka
melanjutkan makannya.
***
Cakka dan
Agni duduk di ruang keluarga dalam diam, baru saja Elang berpamitan untuk ke
kamarnya sebantar.
Ponsel Cakka
berdering.
“apa?”
“jalan yuk
Kka, aku kangen”
“aku ajak
Mas El dulu”
“kok ajak
Mas El?”
“terus? Aku
gak mau keluar kalo gak sama Mas El”
“yaudah
terserah kamu”
Cakka
meletakkan begitu saja ponselnya, Agni menatap Cakka dengan pandangan penuh
tanya.
“kenapa Kka?
Siapa yang nelpon?”tanya Agni
Cakka
menatap Agni tak suka, “penting ya buat loe?”tanya balik Cakka dengan dingin
Agni
menunduk, “kamu berubah Kka”ujar Agni lirih.
Cakka
menatap Agni, “itu ulah kamu sendiri”
Elang
menatap Cakka dan Agni dari tangga.
“ini permintaan
Bunda Kka, bukan kemauan aku”Agni meninggikan nada suaranya.
Cakka
tersenyum miring, “alasan! Bilang aja emang loe mau”desis Cakka.
“Ni,
jalan-jalan yuk”ucap Elang tiba-tiba.
Agni
mengangkat kepalanya menatap Elang, “boleh”
“gue ikut,
sekalian gue juga ada janji”kata Cakka
Elang
mengangguk,setelah itu mereka berlalu.
***
Cakka dan
Ify –kekasihnya- berjalan di belakang Agni dan Elang.
Ify
terus-terusan bergelayut manja di lengan kanan Cakka, sementara Cakka stay cool
aja menanggapinya.
Pemandangan
lain terlihat dari Agni dan Elang yang tak bergandengan sama sekali, keduanya
hanya berjalan berdampingan.
“cari
minuman dulu yuk, haus”pinta Ify
Cakka
mengangguk, sementara Agni-Elang hanya mengikuti saja.
“aaa....
Cakka... Elang...”teriak histeris beberapa orang gadis sambil berlari ke arah
mereka.
Agni agak terhuyun ke belakang, agak menjauh
dari Elang, sementara Ify tak melepaskan Cakka, yang mau berfoto sama Cakka
berarti harus dengan dirinya juga, itu prinsip Ify.
Elang
mencari keberadaan Agni dengan menengok kebelakang, Agni tersenyum pada Elang,
Elang membalasnya.
“maaf
ya”ucap Elang
Agni
mengangguk memakluminya.
Cakka
melihat itu dengan sangat jelas, mereka berdua terlihat romantis dimata Cakka, keduanya
saling pengertian, “dia Agni gue! Dan
harus jadi milik gue”batin Cakka.
“udah dulu
ya? kami ada acara, nanti lagi foto-fotonya”ucap Elang mencoba memberi
pengertian.
Elang
menarik pergelangan tangan Agni yang terlapisi pakaian.
Semua
menatap tak percaya, namun Agni menanggapnya dengan senyuman tulus.
Cakka terus
menatap Agni, entah kenapa gadis itu memang berbeda di matanya, sangat
menyejukan hati bila memangdangnya.
“Kka”rajuk
Ify
Cakka
menatap Ify lambat, “apa?”
“masing-masing
aja yuk, biarin Mas Elang sama dia”pinta Ify
Cakka
mengangguk ragu.
“mas, kita
pisah ya, nanti ngumpul lagi disini”ucap Cakka
Elang
mengangguk, “yaudah sana”
Agni menatap
Cakka yang berlalu, pergi menjauh dari mereka.
***
Twitter
Facebook dan seluruh social media heboh dengan foto-foto Elang dan seorang
gadis yang sedang jalan-jalan dan sholat berjamaah di sebuah musola di pusat
perbelanjaan.
Ini
Mas @elangnuraga sama siapa?
Gak
relaaaaa @elangnuraga
Siapa
sih ini yang sama masku @elangnuraga
Mas
klarifikasi dong @elangnuraga
Mas @elangnuraga
cocok kok, itu siapa ya mas? Apa mungkin Agni?
Kami
perlu klarifikasi mas @elangnuraga
Elang duduk
lesehan di lantai ruang keluarganya, membaca satu persatu mentionnya, siapa sih
yang iseng banget ngupload foto itu?
Agni menatap
Elang aneh, kenapa pemuda itu selalu menghela nafas?
Agni
mendekati Elang dan duduk di sofa, “kenapa mas?”
Elang
melihat Agni sekilas “baca aja”ucap Elang lembut
Setelah Agni
membaca salah satu mention Agni mengerutkan dahi.
“klarifikasi
aja, biar gak simpang siur”ucap Agni
“Mas,
klarifikasi sekarang juga! Twitter gue banjir mention gara-gara loe”ucap Cakka
yang baru saja menuruni tangga.
Elang
menghela nafas lagi, “gapapa Ni?”tanya Elang
Agni
tersenyum, “gapapa”
elangnuraga
itu aku sama Agni, temen kecil Cakka.
Mas
serius? Kata Cakka dia itu tomboy. Ini kok? Err... RT @elangnuraga: itu aku
sama Agni, temen kecil Cakka.
Masa
itu Agni sih? RT @elangnuraga: itu aku sama Agni, temen kecil Cakka.
Kok
malah jalan sama Mas el? Kenapa gak sama Cakka? Apa Mas el ada hubungan khusus?
@elangnuraga: itu aku sama Agni, temen kecil Cakka.
Elang
menatap Agni, “makin ribet”
Agni
tersenyum, “udah, sabar aja nanti juga mereka gak gitu lagi”
Cakka
menatap Agni, Agni selalu tersenyum pada Kakaknya, kapankah senyuman itu jadi miliknya?
***
Lantunan
indah ayat-ayat Al-Qur’an terdengar dari kamar Agni, Elang mendengar itu sangat
jelas, ia melirik jam dinding, 02.00
Elang
berjalan ke kamar mandi, setelah itu ke kamar Agni.
Tok tok tok
Tak lama
seseorang membuka pintu, “Mas, ke ganggu ya?”tanya orang itu yang tak lain
adalah Agni.
Elang
tersenyum, “enggak kok, cuma mau mastiin aja”
Agni
membalas senyuman itu, “ya udah, aku lanjut dulu ya”
Elang
menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal, “sebenernya mas laper”
“kirain ada
apa, yaudah nanti Agni buatin makan, sebentar ya Agni ganti dulu
mukenanya”pamit Agni.
Elang
mengangguk, kemudian berjalan menuruni tangga.
***
Cakka
membuka matanya, seperti ada kegaduhan di rumah itu.
‘masih pagi’fikir cakka
Cakka
akhirnya keluar dari kamar untuk mengobati rasa penasarannya, berjalan ke
lantai dasar. Begitu sampai di ruang makan Cakka melihat suatu pandangan yang
tidak enak di pandang baginya, rahangnya mengeras tanda ia sedang marah.
Agni melihat
ke arah Cakka tanpa sengaja, “Cakka, laper juga”
Cakka
melongos, “gak”ia kembali beranjak.
“Ni”ucap
Elang
“Mas mau
bicara serius”lanjut Elang
Agni menatap
ke arah Elang.
“apa?”
Elang
menghela nafas, “apa kamu mencintai Mas?”
Agni
menunduk, “kenapa Mas nanya itu?”
“apa kamu
mencintai Cakka?”
Agni menatap
Elang tiba-tiba, “kenapa Mas nanya itu? Mas gak mau sama aku?”tanya Agni
beruntun.
“bukannya
begitu Ni, tapi kayaknya Cakka itu sangat mencintai kamu”jelas Elang
“emang Mas
gak cinta sama aku?”tanya Agni dengan cepat.
Elang
menatap Agni dengan lesu, “siapa yang gak akan cinta sama gadis sesempurna kamu
sih Ni? Mas cuma gak mau memaksakan kamu buat cinta sama Mas. Sekarang jawab
yang jujur, kamu mencintai Cakka?”
Agni
tersenyum masam, “meskipun aku mencintai dia, dia udah milik orang lain Mas,
aku gak mau rusak hubungan orang, lagian buat apa mengharapkan orang lain kalau
di hadapan aku sendiri udah ada orang yang mencintai aku tulus?”
***
Cakka dan
Elang merampungkan kembali lagunya di stasiun televisi lain, seperti biasa lagu
mereka memang selalu mulus di bawakan.
“kok tumben
gak lupa bawa Agni?”
“kan
sekarang udah gak lupa bawa Agninya”celetuk Elang
Sementara
Cakka tersenyum tak suka.
“wah? Masa?
Yang mana nih Agni? Gimana kalo panggil?”
“silahkan”kata
Elang
“Agni, yang
mana nih Agni”
Dengan
terpaksa Agni memasuki panggung.
“wah ini ya?
cantik banget ya”
“boleh
tanya-tanya sebentar?”
Agni
mengangguk ragu.
“ada
hubungan apa sama Elang?”
Agni
membulatkan matanya, “eng... gak ada, gak ada apa-apa”jawab Agni ragu
Host itu
menatap menyelidik, “yakin? Dari tatapannya ada yang di sembunyiin lho”
Agni tertawa
renyah, “gak kok, beneran, tanya aja sama Mas Elnya”
“bener nih
El?”
Elang hanya
tersenyum dan mengangguk.
“oke!
Makasih ya, silahkan kalian istirahat dulu”
***
Cakka, Agni
dan Elang berkumpul dalam diam, masing bergulat dengan fikirannya
masing-masing.
“hmm... aku
pamit dulu ya”ucap Agni
Elang
menatap Agni, “kemana?”
“mau ke
kamar dulu, capek banget Mas”jelas Agni
Elang tersenyum,
“iya”
Agni
meninggalkan Cakka dan Elang.
Cakka
melihat kepergian Agni, “kenapa kalian gak ngaku aja kalo di jodohin?”
Elang
tersenyum, hampir tertawa “perlu ya?”
“gak sih”
Hening...
“loe suka
kan sama Agni?”tanya Elang tiba-tiba
Cakka menatap
Kakaknya, “penting ya buat loe?”tanya balik
Cakka
Elang
menepuk pundak Cakka, “jangan gitulah, bilang kek sama Agni biar Agni juga tau
gimana perasaan loe, siapa tau aja dia berubah fikiran dan mau sama loe”
***
Cakka diam
termenung di ambang jendela kamarnya, memikirkan apa yang di katakan kakaknya,
mungkin gak sih gadis itu juga memiliki perasaan yang sama dengannya?
Tapi,
bagaimana dengan Ify? Apa yang harus ia lakukan terhadap gadis itu?
“pusing
gue”rutuk Cakka kemudian berjalan ke arah tempat tidur dan membanting tubuhnya
ke arah tmpat tidur.
***
Pagi ini
Agni memberanikan diri memasuki kamar calon suaminya, sudah hampir jam 6 tapi
dia belum juga keluar kamar.
“mas...”panggil
Agni
Terdengar
suara gemerincil air dari dalam kamar mandi, nampaknya sang pemilik kamar
sedang ada di sana. Agni menghela nafas hendak keluar dari kamar itu tapi
pandangannya tertuju pada meja kecil di dekat tempat tidur, disana ada sebuah
bingkai photo yang di biarkan terbalik.
Perlahan
Agni mendekati meja itu dan meraih bingkai photo itu, ternyata di dalamnya ada
photo seorang wanita berkerudung yang tersenyum malu-malu namun Agni mengakui
bahwa wanita itu sangatlah cantik.
Clek.
“Ni,
ngapain?”Elang keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaiannya.
Agni
meletakkan photo itu dengan posisi sempurna, kemudian berbalik.
“gak
ngapa-ngapain, tadinya mau bangunin aja udah mau jam enam tapi mas belum
keluar”jelas Agni.
Elang
tersenyum, “tadi abis sholat subuh mas tidur lagi, capek”
Agni mengangguk
mengerti, “aku keluar ya mas, gak enak berdua dikamar begini”
Elang
mengangguk setuju. Sepeninggal Agni, Elang melihat ke arah meja kecil,
jangan-jangan Agni melihat photo itu? Gawat! Kenapa ia bisa lupa membuang atau
sekedar menyimpannya sih? Hahh...
Menyadari
hal itu Elang segera turun menuju ruang makan.
Next? Gak tau
kapan... hahaha buntu ini ide nya...
No comments:
Post a Comment