Saturday, 23 March 2013

Dua... (SS setengah jadi)






S’lalu begini Selalu begini
Tiap aku mencoba cool di hadapanmu
Jantungku terasa lepas nafas tak terkendali
Nervous mendera sekujur tubuhku

Pasti begini, pasti begini
Tiap aku mencoba cool di hadapanmu
Kata yang kusiapkan lenyap begitu saja
Di depanmu aku seperti tak berarti

Pemuda itu memberikan mic nya pada penonton.

Aku slalu lupa bawa Agni.

Teriak kompak seluruh penonton, sementara yang bernyanyi tersenyum penuh arti.

“oke The Finesh Tree”

“eits jangan dulu turun, sini mau tanya dulu”

“mau tanya sama Cakka”

Yang di sebutpun mendekat, “Agni siapa Agni?”tanya host itu menggoda

“hah?! Haha...”pemuda itu malah tertawa,

“tanya fans nya deh ya”

“siapa Agni?”

“Agni itu temen kecilnya Cakka”

“wah benar itu Cakka?”

Cakka menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

“iya”

“kalo boleh tau Kka, gimana ciri-cirinya”

“dulu... dia itu tomboy, sepatunya selalu sepatu kest...”


***


Seorang gadis mengenakan wedges 10cm, memasangnya senyaman mungkin.


***


“kalo pake baju, seenaknya dia aja, kadang gak nyambung”


***


Gadis itu merapihkan pakaiannya, seperti dress namun sebut saja sebuah gamis.


***


“rambutnya itu, selalu di kuncir, padahal kalo gak di kuncir cantik banget”


***


Gadis itu merapihkan kerudung yang telah ia pasang dengan berbagai fariasi.


***


“pokoknya dia sederhana banget”Cakka mengakhiri .

“kayaknya kamu kenal banget sama gadis itu ya, apa harapan kamu terhadap dia”

“aku harap bisa ketemu dia, setelah 9 tahun gak ketemu”


***


Cakka tertawa dengan kakaknya yang tak lain adalah Elang.
“gila ya loe, gimana kalo cewek loe nonton dan liat loe ngomongin Agni?”

Cakka mengangkat bahunya, “gimana entar aja deh”

Keduanya tertawa kembali, meratapi ke bodohan Cakka.


***


“Ma, Cakka sama mas Elang pulang”teriak Cakka, memasuki rumahnya itu.

“Cakka, Elang, sini”

Cakka dan Elang berjalan ke arah sumber suara.
Begitu ke sana, Cakka terpaku di tempat melihat seorang gadis yang duduk di hadapan Mama nya.

“gak usah kaget gitu Cakka”ujar Mama, menahan tawa.

“siapa Ma?”tanya Elang

“kalian lupa sama dia? Ini Agni”kata Mama

Gadis itu tersenyum ramah, “assalamu’alaikum”

“wa’alaikumsalam”jawab Elang.

“Agni ini udah di jodohkan sama kamu El, dan dia akan tinggal di sini karena mau meneruskan kuliah disini”jelas Mama,

Cakka diam, mencerna apa yang di katakan Mamanya.
Ini Agni, Agninya yang dulu, ia telah berjanji akan menikah dengan Agni, tapi itu dulu, saat mereka berumur 8 tahun, apakah itu masih berlaku?

“nah Agni, kamu ingatkan sama Masmu”

Agni tersenyum ragu, “iya Bu”

“lebih baik kalian sekarang istirahat”perintah Mama

Cakka mengangguk setelah itu berlalu tanpa berkata apapun.

El menatap adiknya dengan aneh, “El juga pamit Ma, Ni”Elang beranjak.

“kamu juga sana, kamar kamu di sebelah kamar Elang, jadi kalo ada apa-apa panggil dia aja”jelas mama

Agni tersenyum menanggapinya.


***


Cakka turun dari lantai atas dengan lesu, gak tau kenapa hari ini sangat membuatnya malas untuk beraktifitas.
“Kka, udah bangun”sapa Agni

Cakka menatap Agni sekilas yang berada di meja makan, menyiapkan sarapan. Namun Cakka berlalu begitu saja ke arah dapur.
“Agni”sapa Elang

Agni tersenyum, “hei Mas, udah Sholat?”

Elang tersenyum, kemudian duduk di meja makan. “udah, kamu rajin banget. Beruntung sekali kalau seandainya perjodohan kita berjodoh”

Agni menunduk, tersipu malu, “apaan sih Mas ini, udah ah Agni mau bantu Ibu dulu”

Elang tertawa melihat tingkah lucu Agni.

Cakka duduk di samping Elang, “seneng banget loe dapet dia”guman Cakka

Elang menatap adiknya, “loe suka sama Agni?”

“gak”jawab Cakka dengan dingin

Elang tersenyum, “bagus deh”

Ponsel Cakka berdering.
“morning sayang”

“morning juga”jawab Cakka sekenanya.

“udah sarapan?”

“baru mau”

“terus lagi ngapain sekarang?”

“lagi diem aja”

“kamu kenapa sih dingin gitu Kka”

“udah ya Fy, aku lagi gak mood, nanti aja lagi, bye”


Elang berpandangan dengan Agni, setelah itu beralih pada Cakka, “tumben loe dingin sama dia”

“lagi gak mood”jawab Cakka

“sarapan yuk, Papa mana?”tanya Mama

“ini baru juga turun”ucap Papa

Masing-masing dari mereka mulai menyuapkan makanannya, “enak gak El?”tanya Mama

“enak banget Ma”komentar Elang

“buatan Agni lho”ucap mama

“uhuk”Cakka segera mengambil minum, begitu mendengar nama Agni ia tersedak karena kaget.

Agninya ini benar-benar berubah 3600

“kenapa Kka?”tanya Papa

“gapapa kok”Cakka melanjutkan makannya.


***


Cakka dan Agni duduk di ruang keluarga dalam diam, baru saja Elang berpamitan untuk ke kamarnya sebantar.

Ponsel Cakka berdering.
“apa?”

“jalan yuk Kka, aku kangen”

“aku ajak Mas El dulu”

“kok ajak Mas El?”

“terus? Aku gak mau keluar kalo gak sama Mas El”

“yaudah terserah kamu”


Cakka meletakkan begitu saja ponselnya, Agni menatap Cakka dengan pandangan penuh tanya.
“kenapa Kka? Siapa yang nelpon?”tanya Agni

Cakka menatap Agni tak suka, “penting ya buat loe?”tanya balik Cakka dengan dingin

Agni menunduk, “kamu berubah Kka”ujar Agni lirih.

Cakka menatap Agni, “itu ulah kamu sendiri”

Elang menatap Cakka dan Agni dari tangga.

“ini permintaan Bunda Kka, bukan kemauan aku”Agni meninggikan nada suaranya.

Cakka tersenyum miring, “alasan! Bilang aja emang loe mau”desis Cakka.


“Ni, jalan-jalan yuk”ucap Elang tiba-tiba.

Agni mengangkat kepalanya menatap Elang, “boleh”

“gue ikut, sekalian gue juga ada janji”kata Cakka

Elang mengangguk,setelah itu mereka berlalu.


***


Cakka dan Ify –kekasihnya- berjalan di belakang Agni dan Elang.

Ify terus-terusan bergelayut manja di lengan kanan Cakka, sementara Cakka stay cool aja menanggapinya.

Pemandangan lain terlihat dari Agni dan Elang yang tak bergandengan sama sekali, keduanya hanya berjalan berdampingan.

“cari minuman dulu yuk, haus”pinta Ify

Cakka mengangguk, sementara Agni-Elang hanya mengikuti saja.


“aaa.... Cakka... Elang...”teriak histeris beberapa orang gadis sambil berlari ke arah mereka.

 Agni agak terhuyun ke belakang, agak menjauh dari Elang, sementara Ify tak melepaskan Cakka, yang mau berfoto sama Cakka berarti harus dengan dirinya juga, itu prinsip Ify.

Elang mencari keberadaan Agni dengan menengok kebelakang, Agni tersenyum pada Elang, Elang membalasnya.
“maaf ya”ucap Elang

Agni mengangguk memakluminya.

Cakka melihat itu dengan sangat jelas, mereka berdua terlihat romantis dimata Cakka, keduanya saling pengertian, “dia Agni gue! Dan harus jadi milik gue”batin Cakka.

“udah dulu ya? kami ada acara, nanti lagi foto-fotonya”ucap Elang mencoba memberi pengertian.

Elang menarik pergelangan tangan Agni yang terlapisi pakaian.

Semua menatap tak percaya, namun Agni menanggapnya dengan senyuman tulus.

Cakka terus menatap Agni, entah kenapa gadis itu memang berbeda di matanya, sangat menyejukan hati bila memangdangnya.

“Kka”rajuk Ify

Cakka menatap Ify lambat, “apa?”

“masing-masing aja yuk, biarin Mas Elang sama dia”pinta Ify

Cakka mengangguk ragu.

“mas, kita pisah ya, nanti ngumpul lagi disini”ucap Cakka

Elang mengangguk, “yaudah sana”

Agni menatap Cakka yang berlalu, pergi menjauh dari mereka.


***


Twitter Facebook dan seluruh social media heboh dengan foto-foto Elang dan seorang gadis yang sedang jalan-jalan dan sholat berjamaah di sebuah musola di pusat perbelanjaan.

Ini Mas @elangnuraga sama siapa?

Gak relaaaaa @elangnuraga

Siapa sih ini yang sama masku @elangnuraga

Mas klarifikasi dong @elangnuraga

Mas @elangnuraga cocok kok, itu siapa ya mas? Apa mungkin Agni?

Kami perlu klarifikasi mas @elangnuraga

Elang duduk lesehan di lantai ruang keluarganya, membaca satu persatu mentionnya, siapa sih yang iseng banget ngupload foto itu?

Agni menatap Elang aneh, kenapa pemuda itu selalu menghela nafas?
Agni mendekati Elang dan duduk di sofa, “kenapa mas?”

Elang melihat Agni sekilas “baca aja”ucap Elang lembut

Setelah Agni membaca salah satu mention Agni mengerutkan dahi.
“klarifikasi aja, biar gak simpang siur”ucap Agni

“Mas, klarifikasi sekarang juga! Twitter gue banjir mention gara-gara loe”ucap Cakka yang baru saja menuruni tangga.

Elang menghela nafas lagi, “gapapa Ni?”tanya Elang

Agni tersenyum, “gapapa”


elangnuraga itu aku sama Agni, temen kecil Cakka.

Mas serius? Kata Cakka dia itu tomboy. Ini kok? Err... RT @elangnuraga: itu aku sama Agni, temen kecil Cakka.

Masa itu Agni sih? RT @elangnuraga: itu aku sama Agni, temen kecil Cakka.

Kok malah jalan sama Mas el? Kenapa gak sama Cakka? Apa Mas el ada hubungan khusus? @elangnuraga: itu aku sama Agni, temen kecil Cakka.

Elang menatap Agni, “makin ribet”

Agni tersenyum, “udah, sabar aja nanti juga mereka gak gitu lagi”

Cakka menatap Agni, Agni selalu tersenyum pada Kakaknya, kapankah senyuman itu jadi miliknya?


***


Lantunan indah ayat-ayat Al-Qur’an terdengar dari kamar Agni, Elang mendengar itu sangat jelas, ia melirik jam dinding, 02.00

Elang berjalan ke kamar mandi, setelah itu ke kamar Agni.

Tok tok tok

Tak lama seseorang membuka pintu, “Mas, ke ganggu ya?”tanya orang itu yang tak lain adalah Agni.

Elang tersenyum, “enggak kok, cuma mau mastiin aja”

Agni membalas senyuman itu, “ya udah, aku lanjut dulu ya”

Elang menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal, “sebenernya mas laper”

“kirain ada apa, yaudah nanti Agni buatin makan, sebentar ya Agni ganti dulu mukenanya”pamit Agni.

Elang mengangguk, kemudian berjalan menuruni tangga.


***


Cakka membuka matanya, seperti ada kegaduhan di rumah itu.
‘masih pagi’fikir cakka

Cakka akhirnya keluar dari kamar untuk mengobati rasa penasarannya, berjalan ke lantai dasar. Begitu sampai di ruang makan Cakka melihat suatu pandangan yang tidak enak di pandang baginya, rahangnya mengeras tanda ia sedang marah.

Agni melihat ke arah Cakka tanpa sengaja, “Cakka, laper juga”

Cakka melongos, “gak”ia kembali beranjak.

“Ni”ucap Elang

“Mas mau bicara serius”lanjut Elang

Agni menatap ke arah Elang.
“apa?”

Elang menghela nafas, “apa kamu mencintai Mas?”

Agni menunduk, “kenapa Mas nanya itu?”

“apa kamu mencintai Cakka?”

Agni menatap Elang tiba-tiba, “kenapa Mas nanya itu? Mas gak mau sama aku?”tanya Agni beruntun.

“bukannya begitu Ni, tapi kayaknya Cakka itu sangat mencintai kamu”jelas Elang

“emang Mas gak cinta sama aku?”tanya Agni dengan cepat.

Elang menatap Agni dengan lesu, “siapa yang gak akan cinta sama gadis sesempurna kamu sih Ni? Mas cuma gak mau memaksakan kamu buat cinta sama Mas. Sekarang jawab yang jujur, kamu mencintai Cakka?”

Agni tersenyum masam, “meskipun aku mencintai dia, dia udah milik orang lain Mas, aku gak mau rusak hubungan orang, lagian buat apa mengharapkan orang lain kalau di hadapan aku sendiri udah ada orang yang mencintai aku tulus?”



***


Cakka dan Elang merampungkan kembali lagunya di stasiun televisi lain, seperti biasa lagu mereka memang selalu mulus di bawakan.
“kok tumben gak lupa bawa Agni?”

“kan sekarang udah gak lupa bawa Agninya”celetuk Elang

Sementara Cakka tersenyum tak suka.

“wah? Masa? Yang mana nih Agni? Gimana kalo panggil?”

“silahkan”kata Elang

“Agni, yang mana nih Agni”

Dengan terpaksa Agni memasuki panggung.
“wah ini ya? cantik banget ya”

“boleh tanya-tanya sebentar?”

Agni mengangguk ragu.

“ada hubungan apa sama Elang?”

Agni membulatkan matanya, “eng... gak ada, gak ada apa-apa”jawab Agni ragu

Host itu menatap menyelidik, “yakin? Dari tatapannya ada yang di sembunyiin lho”

Agni tertawa renyah, “gak kok, beneran, tanya aja sama Mas Elnya”

“bener nih El?”

Elang hanya tersenyum dan mengangguk.

“oke! Makasih ya, silahkan kalian istirahat dulu”


***


Cakka, Agni dan Elang berkumpul dalam diam, masing bergulat dengan fikirannya masing-masing.
“hmm... aku pamit dulu ya”ucap Agni

Elang menatap Agni, “kemana?”

“mau ke kamar dulu, capek banget Mas”jelas Agni

Elang tersenyum, “iya”

Agni meninggalkan Cakka dan Elang.

Cakka melihat kepergian Agni, “kenapa kalian gak ngaku aja kalo di jodohin?”

Elang tersenyum, hampir tertawa “perlu ya?”

“gak sih”

Hening...

“loe suka kan sama Agni?”tanya Elang tiba-tiba

Cakka menatap Kakaknya, “penting ya buat loe?”tanya balik  Cakka

Elang menepuk pundak Cakka, “jangan gitulah, bilang kek sama Agni biar Agni juga tau gimana perasaan loe, siapa tau aja dia berubah fikiran dan mau sama loe”


***


Cakka diam termenung di ambang jendela kamarnya, memikirkan apa yang di katakan kakaknya, mungkin gak sih gadis itu juga memiliki perasaan yang sama dengannya?
Tapi, bagaimana dengan Ify? Apa yang harus ia lakukan terhadap gadis itu?

“pusing gue”rutuk Cakka kemudian berjalan ke arah tempat tidur dan membanting tubuhnya ke arah tmpat tidur.


***


Pagi ini Agni memberanikan diri memasuki kamar calon suaminya, sudah hampir jam 6 tapi dia belum juga keluar kamar.
“mas...”panggil Agni

Terdengar suara gemerincil air dari dalam kamar mandi, nampaknya sang pemilik kamar sedang ada di sana. Agni menghela nafas hendak keluar dari kamar itu tapi pandangannya tertuju pada meja kecil di dekat tempat tidur, disana ada sebuah bingkai photo yang di biarkan terbalik.
Perlahan Agni mendekati meja itu dan meraih bingkai photo itu, ternyata di dalamnya ada photo seorang wanita berkerudung yang tersenyum malu-malu namun Agni mengakui bahwa wanita itu sangatlah cantik.

Clek.

“Ni, ngapain?”Elang keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaiannya.

Agni meletakkan photo itu dengan posisi sempurna, kemudian berbalik.
“gak ngapa-ngapain, tadinya mau bangunin aja udah mau jam enam tapi mas belum keluar”jelas Agni.

Elang tersenyum, “tadi abis sholat subuh mas tidur lagi, capek”

Agni mengangguk mengerti, “aku keluar ya mas, gak enak berdua dikamar begini”

Elang mengangguk setuju. Sepeninggal Agni, Elang melihat ke arah meja kecil, jangan-jangan Agni melihat photo itu? Gawat! Kenapa ia bisa lupa membuang atau sekedar menyimpannya sih? Hahh...
Menyadari hal itu Elang segera turun menuju ruang makan.



Next? Gak tau kapan... hahaha buntu ini ide nya...

No comments:

Post a Comment