I'm Sorry, I Love Her
Title : I'm Sorry, I Love Her
Author : Nenden Siti Sopiah
Gendre : Fanfiction, Romance
Cast : Kim Jong Kook, Song Ji
Hyo, Kang Gary
***
Ji
Hyo masih menatap Gary dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajah
cantiknya. Ia masih tak percaya jika pria dihadapannya ini benar-benar kembali.
"Ji
Hyo-ya... Berhenti menatapku seperti itu."
Ji
Hyo merengut, "Aku merindukanmu Oppa."
Gary
tersenyum lembut, tangan kanannya meraih tangan Ji Hyo kemudian mengecupnya.
"Ya!
Oppa. Kau sedang menyetir." Ji Hyo menarik tangannya dari genggaman Gary.
"Kau
tau, dalam mimpi pun aku tidak pernah berharap kita dapat sejauh ini. Aku
mengira kau hanya akan menjadi khayalanku saja." Ucap Gary sambil sesekali
melirik kearah Ji Hyo
"Saranghaeyo
Oppa."
Gary
tersenyum kemudian mengelus pelan pipi Ji Hyo. "Nado, Saranghaeyo."
***
Sementara
di depan apartemen Ji Hyo seorang pria menunggunya dengan bungkusan dikedua
tangannya, ia memandang kedua bungkusan itu sambil tersenyum. Beberapa bulan
ini semenjak kepergian Gary ia memang selalu datang menemani wanita itu.
Sebenarnya, sejak awal bahkan sebelum Gary menyatakan ketertarikannya secara
terang-terangan saat filming, ia telah lebih dulu tertarik dengan Ji Hyo yang
apa adanya. Bahkan ia selalu sengaja membuat wanita itu marah padanya hanya
untuk menarik perhatiannya.
Ting!
Suara
dentingan lift terdengar begitu nyaring, menyadarkan pria itu dari lamunannya.
"Oppa!
Kau datang?." Tanya Ji Hyo dengan begitu ceria, ia melambaikan tangannya
pada pria itu kemudian mendekatinya.
"Ne."
Jawabnya seraya tersenyum pada Ji Hyo
Gary
muncul dibelakang Ji Hyo. Ia tersenyum kemudian merangkul Pria itu. "Ya
Jong Kook Hyung!." Serunya.
Pria
itu, Jong Kook. Ia terdiam sesaat. Dia telah kembali... Gumannya.
"Gary-ya
kau datang?." Jong Kook menyimpan dua kantung ditangannya kemudian memeluk
Gary.
"Ne.
Seperti yang kau lihat Hyung." Jawab Gary, tanpa menyadari perubahan hati
Jong Kook.
"Oppa,
apa yang kau bawa?." Tanya Ji Hyo.
Jong
Kook memberikan dua kantung itu pada Ji Hyo. "Ini makanan, seperti janjiku
kemarin."
"Gomawo
Oppa. Kaja, masuklah."
"Aku
harus segera pulang." Ucap Jong Kook pada Gary dan Ji Hyo.
"Aku
pergi sekarang." Ucap Jong Kook pada Ji Hyo, ia mengelus puncak kepala
wanita itu sesaat kemudian pergi.
"Annyeong
Oppa." Seru Ji Hyo sambil melambaikan tangannya.
Jong
Kook memasuki lift, ia tersenyum tipis sebelum pintu lift tertutup. Ji
Hyo-ya... Apakah sekarang kau bahagia?.
***
"Jong
Kook Hyung selalu datang?." Tanya Gary pada Ji Hyo yang sedang menata
makanan yang di berikan oleh Jong Kook kedalam lemari pendingin.
"Ne,
biasanya Jong Kook Oppa datang bersama Kwang Soo. Itupun jika dia tidak sibuk.
Terkadang sendiri."
"Syukurlah,
kau tidak kesepian."
Ji
Hyo menutup lemari pendingin itu kemudian
menghampiri Gary yang sedang duduk di dekatnya, Ji Hyo memeluk leher pria nya
itu dari belakang. Ia tau Gary mengkhawatirkannya, pria nya itu cemburu. Tidak
suka. Ia tau itu. Hanya saja Gary tidak akan mengungkapkannya terlebih dahulu.
"Tidak akan ada pria lain lagi
yang datang kecuali kau Oppa. Aku berjanji."
"Gomawo
Chagiya. Aku benar-benar cemburu Jong Kook Hyung sangat memperhatikanmu."
Gary mengelus tangan Ji Hyo. Ia begitu beruntung memiliki Ji Hyo yang begitu
peka terhadapnya. Ia memang sangat cemburu jika pria lain datang kesini.
Sekarang,
ia menyesal pernah meninggalkan Ji Hyo. Ia sangat menyesal jika pada akhirnya
akan seperti ini, Jong Kook menyayangi Ji Hyo. Begitu jelas tergambar dari
bahasa tubuhnya. Ia melihat semuanya. Meskipun sekarang ia memiliki Ji Hyo
namun rasa takut kehilangan itu muncul, bagaimana jika Ji Hyo berpaling?
Bagaimana jika Ji Hyo juga mulai menyukai Jong Kook?.
***
Jong
Kook menatap terangnya kota dari atas gedung, angin musim gugur pun menerpa
tubuhnya menusuk hingga ketulang bahkan kedalam hatinya. Setelah beberapa bulan
ini hatinya menghangat, kini menjadi dingin kembali.
Gary
tak akan terganti dari dalam hatinya, Gary akan selalu ada dihatinya. Sekalipun
ia pergi, Gary tetap tinggal dihatinya, hingga tak pernah ada celah untuk
memasuki hatinya itu.
Ji
Hyo-ya... Saranghae...
"Hyung."
Ha Ha menepuk pundak Jong Kook, namun pria itu tidak berbalik sedikitpun.
"Kembalilah,
Dream pasti menunggumu."
Tadi tanpa sengaja Ha Ha melihat
Jong Kook keluar dari gedung apartemen Ji Hyo dengan wajah yang tak bisa di
gambarkan, ia tau sesuatu pasti telah terjadi dengannya . Hingga Ia pun
memutuskan untuk mengikuti pria itu hingga sampai di atap gedung ini.
Ha
Ha berdiri disamping Jong Kook, mengikuti arah pandang Jong Kook. Ia tau,
beberapa saat lagi pasti dia akan segera bercerita. Persahabatan membuatnya
mengerti bagaimana sosok pria di sampingnya ini.
"Gary
kembali."
Ha
Ha masih diam, ia membiarkan Jong Kook berbicara.
"Apa
yang harus aku lakukan?."
Jong
Kook menarik nafas. "Dulu aku tidak suka Gary meninggalkan Ji Hyo begitu
saja. Sekarang, dia kembali. Tapi..."
"Aku
berharap bisa lebih lama lagi bersama Ji Hyo." Lanjutnya.
Ha
Ha memang tau semua tentang sahabatnya ini, mereka tak pernah merahasiakan
apapun satu sama lain. Namun ia masih enggan untuk berkata.
"Aku
pergi." Ucap Jong Kook kemudian beranjak.
"Hyung."
Panggil Ha Ha
"Kau
mau bertemu dengan Dream?." Tawar Ha Ha. Puteranya itu memang senjata
ampuh untuk meluluhkan Jong Kook. "Kurasa dia merindukan Samchon-nya."
***
Tengah
malam Gary terjaga. Ia menatap Ji Hyo yang tertidur dengan senyum yang melekat
diwajahnya.
Gary
tersenyum kecil, ia merapihkan rambut Ji Hyo kemudian mengecup keningnya.
"Apa yang kau mimpikan Ji Hyo-ya?."
"Kau
Oppa." Ji Hyo menggeliat kemudian mendudukan dirinya menghadap Gary.
"Mian,
aku mengganggumu."
"Aniyo
Oppa. Kau tidak tidur?."
Gary
tersenyum "Ani, aku baru saja bangun."
"Apa
yang kau khawatirkan Oppa?."
Ji
Hyo menghela nafas panjang, Gary masih memikirkan Jong Kook. Ia yakin itu.
"Kau
tidak perlu terus menerus memikirkan Jong Kook Oppa."
"Sepertinya
Jong Kook Hyung menyukaimu."
Ji
Hyo tersenyum pada Gary, "Kau tidak perlu khawatir tentang itu Oppa, Jong
Kook Oppa hanya menganggapku Dongsaeng-nya."
"Kau
yakin?."
"Sekarang
aku disini bersamamu, dihatiku cuma kamu. Selama ini aku hanya memikirkanmu
Oppa. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya."
"Bagaimana
jika nanti kau..."
"Apa
yang harus aku lakukan agar kau percaya Oppa?."
"Segeralah
menikah denganku."
***
Filming
Running Man dimulai pagi. Gary baru akan memulai kembali bergabung minggu
depan, namun ia tetap datang untuk menemani Ji Hyo dan bertemu dengan member
lainnya.
"Masuklah,
aku akan menunggu disini sampai yang lain datang, agar mereka tidak mencurigai
kita. Arasseo?."
"Arasseo.
Aku keluar sekarang. Annyeong Yeobo." Pamitnya pada Gary. Gary tersenyum
sambil melambaikan tangannya.
Sementara
Ji Hyo berjalan kearah staff yang sedang bekerja.
"Annyeonghaseyo."
Sapa Ji Hyo sambil membungkukan badannya.
"PD-nim
kenapa aku harus datang lebih pagi?." Tanya Ji Hyo.
"Hari
ini Couple Race, kau segeralah bergabung dengan bintang tamu wanita yang
lainnya diruangan itu."
"Ne,
kamsahamdina PD-nim." Setelah itu ia beranjak menuju ruangan yang telah
disediakan.
***
Jong
Kook keluar dari mobilnya diikuti oleh Ha Ha, mereka berdua berlari menuju ke
lokasi.
"Annyeonghaseyo
PD-nim." Sapa Jong Kook, begitupun juga Ha Ha.
"Hari
ini Couple Race, ada 5 bintang tamu wanita."
"Annyeonghaseyo."
Sapa Suk Jin kemudian disusul Jae Suk. Dibelakang mereka disusul oleh Joong Ki
dan Kwang Soo.
"Apa
misi hari ini?." Tanya Jae Suk.
PD
memberikan kartu misi pada Jae Suk, kemudian ia membacanya.
"Dapatkan
pasanganmu dari lantai 1 hingga 6 gedung ini."
"Yeeee..."
Seru Kwang Soo.
"Ya!
Kwang Soo-ya. Diamlah, pasanganmu pasti Lee Gook Joo lagi." Seru Jong
Kook, seketika membuat member lainnya tertawa.
"Eyy...
Hari ini pasti Ji Hyo Noona adalah pasanganmu lagi Hyung!." Balas Kwang
Soo.
"Aish."
Jong Kook memberikan tinjunya pada Kwang Soo.
"Karena
Lift digedung ini sedang diperbaiki, kalian harus menaiki tangga darurat."
Ucap PD menyela candaan mereka.
"Sepagi
ini kami harus menaiki tangga? Eyy..." Protes Jae Suk.
"Aish,
jinjja?." Seru Ha Ha, sementara Kwang Soo dan Joong Ki hanya melongo mendengarnya.
"Kita
Kawi, Bawi, Bo. Yang kalah harus naik ke lantai 6." Usul Suk Jin.
Semuanya
bersiap.
"Kawi-Bawi-Bo."
"Yes!!!."
Seru Suk Jin.
Putaran
pertama dimenangkan Suk Jin, selanjutnya Joong Ki, kemudian Ha Ha, Jae Suk,
Kwang Soo, yang terakhir Jong Kook.
"Kau
pasti bersama Ji Hyo Noona Hyung!." Ledek Kwang Soo.
"Kau
akan bersama Lee Gook Joo." Balas Jong Kook.
"Eyy..."
Kwang
Soo telah sampai di lantai 5. "Annyeong Hyung. Semoga beruntung."
Ucapnya dengan senyuman yang jahil.
Jong
Kook berlari menuju lantai 6. Saat telah sampai ia segera membukanya.
"Omo!
Oppa?."
"Mwo-ya..."
"Hyung
aku yakin kau bersama Ji Hyo Noona. Lihatlah pasanganku Hyung." Teriak
Kwang Soo, dengan terpaksa Jong Kook berbalik.
Lee
Sung Kyung, gadis itu kini berdiri disamping Kwang Soo, lawan mainnya dalam
drama It's Okay That's Love yang pernah dibintanginya.
"Kwang
Soo-ya! Kau ini! Aish." Jong Kook melirik Ji Hyo yang tertawa melihat
tingkahnya dengan Kwang Soo.
Jong
Kook berbalik kemudian jongkok di hadapan Ji Hyo. "Kaja, naiklah."
"Ne."
Ji Hyo naik di punggung Jong Kook, melingkarkan tangan dan kakinya ditubuh pria
itu demi menjaga keseimbangannya.
***
Gary
datang menemui member lain saat mereka telah berganti pakaian yang sama dengan
pasangan-pasangannya.
"Gary
Hyung!." Sapa Kwang Soo, ia berjalan kearah member lainnya setelah
sebelumnya memeluk Kwang Soo.
"Ya!
Gary-ya. Bagaimana kabarmu?." Tanya Jae Suk.
"Baik
Hyung. OMO! Seolhyun-ssi?." Gary memeluk Jae Suk kemudian memberi salam
pada pasanganya.
Gary
bergiliran memeluk member dan nyapa para bintang tamu yang hadir.
"Dimana
Jong Kook Hyung dan Ji Hyo?." Tanya Gary.
"Mereka
berkencan." Ujar Kwang Soo. "Mereka akhir-akhir ini selalu
berpasangan." Ia tertawa mendengar ucapannya sendiri.
Ha
Ha memukul Kwang Soo "Kwang Soo-ya, jangan mengada-ada."
"Ji
Hyo berada di lantai 6, mungkin sebentar lagi mereka datang."
***
"Kau
mendapatkan partner yang tepat Ji Hyo." Ucap PD
Jong
Kook merengut, apa yang terjadi?
"Kau
menjadi pasangan Spy bersama Ji Hyo. Kalian harus menang disetiap misi agar
identitas kalian tidak terbongkar. Disetiap misi hanya ada 1 petunjuk
asli." Jelas PD.
"Baiklah
kami mengerti." Ucap Jong Kook, setelah berpamitan keduanya segera
bergabung dengan member lainnya.
"Kita
harus menang Oppa."
"Ne.
Kaja mereka telah menunggu." Jong Kook menarik tangan Ji Hyo agar berlari
menyamai langkahnya.
"Eyy...
Kalian bergandengan tangan." Seru Jae Suk
"Mwo?
Kalian benar-benar berkencan?." Tanya Kwang Soo.
"Aigo,
sepertinya kita akan kalah hari ini." Ucap Ha Ha
"Mworago?."
Tanya Ji Hyo kemudian ia mengalihkan pandangan kearah lain. "Gary
Oppa." Seru Ji Hyo kemudian mendekati Gary, memeluknya sesaat.
"Gary-ya."
Jong Kook juga memeluknya sesaat.
"Hari
ini Gary datang untuk berkunjung, dia akan memulai lagi Running Man paling
cepat minggu depan." Jae Suk memberitahukan itu pada Jong Kook dan Ji Hyo.
"Mwo?
Jinjja?." Tanya Ji Hyo dengan wajah ceria.
"Ne,
Monday Couple akan kembali di senin depan." Ucap Gary.
"Eyy...
Kau ini." Seru Kwang Soo dan Suk Jin.
"Waeyo?."
Tanya Gary dengan wajah marah.
"Ani
Hyuuung."
***
Race
dimulai. Misi pertama yaitu restaurant, sebelum sarapan mereka melakukan misi.
"Kalian
harus membuat jantung pasangan kalian berdetak hingga 170." Kata PD
Para
member bersorak. "Yeeyyy." Seru Ha Ha
"Sampai
saat ini detak jantung paling stabil adalah Jong Kook dan Ji Hyo."
"Yeyy,
kalian akan kalah dari kami." Seru member lainnya senang.
Ji
Hyo dan Jong Kook mendapatkan giliran terakhir setelah pengundian. Para member
lain hampir saja menang, namun rata-rata dari pasangannya tidak mencapai batas
yang di tentukan.
Ji
Hyo dan Jong Kook akan mulai.
"Tantangan!."
"Ji
Hyo-ya."
"Ne,
Kookie Oppa."
Jong
Kook tersenyum malu, jarang sekali gadis dihadapannya ini memanggilnya semanis
itu.
"Mwo-ya,
Ji Hyo. Kau membuat detakannya naik."
Ji
Hyo tertawa mendengarnya, begitupun Jong Kook.
"Kau
tau, selama ini sebenarnya aku menyukaimu." Ucap Jong Kook memotong
candaan teman-temannya.
Ji
Hyo menatap Jong Kook kaget. Apa yang baru saja dia katakan?
"Mwo?."
"Aku
menyukaimu sejak lama Ji Hyo-ya. Apakah kau memiliki kekasih?."
"Aniyo,
Oppa. Bukankah kau yang memiliki kekasih?."
"Jika
aku memiliki kekasih, untuk apa aku menyukaimu?."
Jong
Kook meraih tangan Ji Hyo, menggenggam erat kedua tangan itu.
"Saranghaeyo
Ji Hyo-ya."
"Mwo?."
Ji Hyo membelalakan matanya. Namun kemudian ia tersenyum. Jong Kook Oppa
melakukannya hanya untuk memenangkan race Ji Hyo. Ucapnya pada diri
sendiri. "Nado, Oppa." Ji Hyo
mendekatkan wajahnya pada Jong Kook. Semakin dekat dan dekat.
"Sukses!!!."
Ji
Hyo segera menjauhkan diri dari Jong Kook.
"Waa
Hyung kau benar-benar manusia." Seru Kwang Soo.
"Pemenang
misi pertama, Ji Hyo dan Jong Kook. Ini petunjuk untuk kalian." PD
memberikan sebuah amplop pada Ji Hyo. Kemudian keduanya segera mengambil
sarapan dan pergi.
***
Ji
Hyo mengambil makanan dengan tangannya, ia memberikan potongan pertama pada
Jong Kook.
"Kaja,
makanlah Oppa."
Jong
Kook membuka mulutnya sementara kedua tangannya sibuk dengan stir. Jong Kook
tersenyum, salahkah jika ia berharap bahwa ini bukan hanya akting?
Ji
Hyo mengambil ponsel dari sakunya, sebuah pesan masuk.
Kang Gary :*
Yeobo, jaga hatimu. :*
Ji
Hyo tersenyum kecil kemudian mengetikan pesan balasan.
"Sepertinya
race ini memang disusun untuk kita." Ujar Ji Hyo
"Mwo?."
"Ani.
Itu disebelah sana Oppa tempat selanjutnya."
"Ne."
Keduanya berlari kearah seseorang yang memegang tanda Running Man.
***
Misi
kedua Ji Hyo dan Jong Kook menang kembali karena pada misi ini benar-benar
menggunakan kekuatan dan kecepatan.
"Race
ini benar-benar tidak adil." Protes Kwang Soo
"Ya!."
Teriak Ji Hyo
"Bagaimanapun,
selamat untuk kalian." Ucap Jae Suk.
"Ini
petunjuk untuk pemenang pertama, kedua dan ketiga." PD memberikan 3 buah
amplop.
Jong
Kook menarik Ji Hyo keluar dari area misi kedua.
"Kaja,
misi final menanti kita." Seru Jong Kook.
***
Gary
duduk dibelakang meja kerjanya, ia menatap pantulan senja dari kantornya itu.
Ia bertanya-tanya. Sedang apakah Ji Hyo sekarang? Jujur saja, begitu ia mengetahui
Jong Kook adalah pasangannya ia begitu gundah. Bagaimana bisa ini terjadi?
Setelah ketegangannya dengan Ji Hyo semalam.
"Apa yang harus aku
lakukan agar kau percaya Oppa?."
"Segeralah menikah
denganku."
Ji Hyo mengalihkan
pandangannya kearah lain. "Ani Oppa."
"Wae?." Tanya Gary
dengan begitu tenang.
"Oppa..." Ji Hyo
kembali menatap Gary. "Percayalah, aku mencintaimu meski kita tidak
menikah secepatnya."
"Ji Hyo-ya..."
"Oppa... Aku hanya
belum siap untuk menikah."
Gary
mengacak rambutnya percakapan itu begitu terngiang dalam ingatannya. Benarkah
seperti itu? Ataukah ada pria lain?
***
Ji
Hyo duduk di depan gedung menunggu Gary, pasalnya pria itu menjanjikan untuk
menjemputnya seusai filming. Ia meraih ponselnya mendial nomor Kang Gary untuk yang
kesekian kalinya. Namun masih tak ada jawaban.
"Ji
Hyo-ya."
Ji
Hyo menoleh kesamping kanannya.
"Oppa."
"Kau
belum pulang?." Jong Kook menghampiri Ji Hyo, duduk disamping wanita itu.
"Ne. Dia belum datang."
Jong Kook duduk disamping Ji Hyo. "Gary?."
"Ne, Gary Oppa berjanji akan
datang."
Jong Kook mengangguk-anggukan kepala pertanda
mengerti, memangnya siapa lagi yang ditunggu Ji Hyo jika bukan Kang Gary?.
"Sepertinya, kau lebih dekat dengannya
sekarang." Komentar Jong Kook. "Apa kalian mulai berkencan?."
Lanjutnya.
"Gary Oppa memintaku untuk menikah
dengannya." Guman Ji Hyo.
"Lalu?."
"Aku belum bisa menjawab, aku belum
memutuskan untuk menikah di tahun ini."
Jong Kook melirik kearah Ji Hyo menatap lurus
dengan pandangan yang kosong, ia tau wanita ini begitu bimbang karena wanita
itu melamun seperti ini. Ia meraih pundak Ji Hyo, membawa wanita itu dalam
pelukannya.
"Kemarin
aku mengatakan Iya saat dia memintaku untuk menikah dengannya, tapi sekarang
aku sadar aku belum siap untuk hubungan seserius itu. Aku
mengatakan padanya aku tidak ingin menikah secepat itu." Ji Hyo menghela
nafas panjang.
"Oppa... Apa yang harus aku
lakukan?." Tanya Ji Hyo.
Jong Kook mengelus punggung dan kepala Ji Hyo
dengan lembut. Bagaimana pun wanita dalam pelukannya ini wanita yang ia cintai,
ia tak rela jika wanita ini bersama pria lain. Namun, melihatnya seperti ini
bukanlah hal yang ia inginkan.
"Ikuti kata hatimu."
Ponsel Ji Hyo berdering, sebuah pesan masuk.
Kang
Gary :*
Ji
Hyo-ya mian. Aku ada pekerjaan yang tak bisa aku tinggalkan. Setelah ini aku
akan pulang ketempatmu. Pulanglah. Mianhaeyo yeobo.
Ji Hyo mendesah kecewa, ia menegakkan tubuhnya
lalu berdiri. "Aku akan pulang sekarang Oppa."
"Mwo? Bukankah kau akan menunggu
Gary?." Jong Kook mengikuti Ji Hyo.
"Gary Oppa sedang sibuk, aku akan pulang
sendiri."
"Ani, aku akan mengantarmu." Jong
Kook meraih pergelangan tangan Ji Hyo.
***
Gary melihatnya!. Mereka... Ji Hyo dan Jong
Kook. Kekasih dan Sahabatnya. Mereka disana, berpelukan. Entah apa yang mereka
bicarakan hanya saja mereka terlalu intim jika hanya sebatas saudara. Gary
meraih ponselnya, mengetikan sebuah pesan pada Ji Hyo.
Sebenarnya
ia akan memberikan sebuah kejutan pada kekasihnya itu, ia akan membuatnya
menunggu dan mengejutkannya dengan kedatangannya. Namun
ternyata semuanya berbalik. Bukan Ji Hyo yang terkejut karena kedatangannya,
tapi ia yang terkejut melihat pemandangan dihadapannya.
"Mian Ji Hyo-ya..." Gary memutar
balik mobilnya, pergi meninggalkan wanitanya itu.
***
Jong Kook menatap Ji Hyo yang wajahnya semakin
pucat. Ia kembali menaikan suhu pemanas ruangan dikamar wanita itu. Tadi,
begitu ia turun dari mobil wanita itu ambruk, lemas tak dapat berdiri. Suhu
tubuhnya naik karena terlalu lama terkena udara dingin dengan pakaian yang
tidak begitu tebal.
"Ji Hyo-ya... Kaja! Makanlah. Kau harus
makan dan meminum obat."
"Ani Oppa, tidak enak. Aku ingin tidur.
Dingin." Guman Ji Hyo, ia menyamankan posisi tidurnya.
"Ji Hyo-ya. Aku mohon bangunlah. Aku
menghawatirkanmu."
"Kau tak perlu menghawatirkanku Oppa,
pulanglah."
"Bagaimana aku tidak menghawatirkanmu Ji
Hyo! Aku menyayangimu, aku mencintaimu. Jika kau ingin pulang, bangunlah. Kau
harus makan." Bujuk Jong Kook.
"Sebentar lagi Gary Oppa akan datang.
Pulanglah."
"Ani."
"Oppa..."
"Ara! Aku akan pergi setelah dia
datang."
"Mian Oppa."
***
Gary masih terdiam dalam mobilnya, ia masih
menatap salah satu mobil yang tak jauh darinya. Kenapa dia disini begitu lama?
Bahkan Ji Hyo yang telah berjanji tidak akan membawa siapapun lagi ke
apartemennya. Tapi bagaimana bisa hingga larut malam seperti ini orang itu
masih disini? Apa yang mereka lakukan disana?.
Gary membenamkan kepalanya pada stir.
Bersamaan dengan itu ponselnya berdering.
Mong Ji's Calling...
Gary memalingkan wajahnya. Kecewanya tidak
dapat dibendung lagi. Bertubi-tubi ia mendapatkan kekecewaannya dalam waktu
singkat. Pertama kekasihnya itu terlihat begitu bahagia bersama pria lain pagi
tadi, kedua ia melihat kekasihnya itu berpelukan dengan pria lain yang tak lain
adalah sahabatnya sendiri, ketiga kekasihnya itu mengingkari janjinya.
Ponsel Gary kembali berdering.
Jong Kook's Calling...
Ada apa dengan mereka? Kenapa begitu kompak
menghubunginya? Apakah mereka telah memutuskan untuk bersama?
Kenapa semua ini begitu berat? Kenapa setelah
ia mendapatkan wanita pujaannya itu semuanya bertambah rumit?.
"Ne."
"Datanglah ke apartemen Ji Hyo. Dia
membutuhkanmu! Kaja!."
"Wae-yo Hyung?." Tanya Gary tenang,
nada suara mengancam itu masih belum bisa membuat kekecewaan dalam hatinya itu
luntur.
"KAJA!."
"Ara, aku akan kesana besok." Jawab
Gary.
"Ji Hyo sakit dan dia hanya ingin
bersamamu!."
"MWO?."
"KAJA!."
Dengan cepat Gary berlari, menggunakan seluruh
kekuatannya. Ji Hyo... Pabo! Apa yang baru saja kau lakukan Gary? Kau malah
diam dan berpikir Ji Hyo menghianatimu! Kau hanya memikirkan dirimu sendiri
Gary! Pabo!!!
***
"Gary akan segera datang. Makanlah."
BLAM! Pintu terbuka dengan keras menunjukkan
sosok Gary dengan nafas memburu disana.
"Oppa..." Panggil Ji Hyo dengan
suara paraunya.
"Mian Ji Hyo-ya. Mianhaeyo." Gary
segera menghampiri Ji Hyo, memeluk kekasihnya itu dengan lembut.
"Aniyo Oppa." Ji Hyo membalas
pelukan Gary, membenamkan kepalanya didada pria itu.
Jong Kook meninggalkan Ji Hyo dan Gary dalam
diam. Melihat sikap Ji Hyo ia menjadi tau apa yang harus ia lakukan sekarang.
Ji Hyo belum tentu bahagia bersamanya, belum tentu dia akan manja seperti itu
jika bersamanya. Ji Hyo-ya...
***
Gary
menatap Ji Hyo yang masih tertidur dalam pelukannya. Ia telah salah menilai
kekasihnya ini. Seharusnya ia percaya padanya bahwa tak ada lagi orang lain
dihati wanitanya itu kecuali Gary, Kang Gary, Kang Hee Gun.
Gary
melerai pelukan Ji Hyo. Ia harus menemui Jong Kook dan berterimaksih pada
Hyung-nya itu.
"Hyung."
Panggil Gary
"Jong
Kook Hyung." Panggilnya lagi.
Tak
ada siapapun diruangan ini, saat ia menuju dapur ia melihat sesuatu tergantung
pada lemari pendingin.
Gary-ya kau sungguh
beruntung mendapatkannya. Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan pernah
berusaha merebutnya darimu. Aku mencintainya dan aku menginginkannya bahagia.
Sayangnya kebahagiaannya bukan bersamaku. Hanya kau yang mampu membuatnya
bahagia.
Saat
dulu kau memutuskan untuk pergi kau menitipkannya padaku, dan sekarang aku yang
akan menitipkannya padamu. Jagalah dia,
sayangilah dia dan bahagiakanlah dia.
I'm Sorry, I Love Her. But now, Her is Yours.
---Jong Kook
Sebuah
tangan melingkar pada pinggang Gary, disusul sebuah kecupan dibagian pundaknya,
lalu bisikan halus itu terdengar.
"Mari
kita menikah, Oppa."
***
Tamat.
Cerpen
3. Ini cerpen nyambung dari 2 cerpen sebelumnya ya :)
Vote
dan Komennya jangan lupa ya :)
Terimakasih.

No comments:
Post a Comment