Saturday, 12 September 2015

I'm Sorry, I Love Her

I'm Sorry, I Love Her



Title                 : I'm Sorry, I Love Her
Author             : Nenden Siti Sopiah
Gendre                        : Fanfiction, Romance
Cast                 : Kim Jong Kook, Song Ji Hyo, Kang Gary


***

Ji Hyo masih menatap Gary dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajah cantiknya. Ia masih tak percaya jika pria dihadapannya ini benar-benar kembali.

"Ji Hyo-ya... Berhenti menatapku seperti itu."

Ji Hyo merengut, "Aku merindukanmu Oppa."

Gary tersenyum lembut, tangan kanannya meraih tangan Ji Hyo kemudian mengecupnya.

"Ya! Oppa. Kau sedang menyetir." Ji Hyo menarik tangannya dari genggaman Gary.

"Kau tau, dalam mimpi pun aku tidak pernah berharap kita dapat sejauh ini. Aku mengira kau hanya akan menjadi khayalanku saja." Ucap Gary sambil sesekali melirik kearah Ji Hyo

"Saranghaeyo Oppa."

Gary tersenyum kemudian mengelus pelan pipi Ji Hyo. "Nado, Saranghaeyo."

***

Sementara di depan apartemen Ji Hyo seorang pria menunggunya dengan bungkusan dikedua tangannya, ia memandang kedua bungkusan itu sambil tersenyum. Beberapa bulan ini semenjak kepergian Gary ia memang selalu datang menemani wanita itu. Sebenarnya, sejak awal bahkan sebelum Gary menyatakan ketertarikannya secara terang-terangan saat filming, ia telah lebih dulu tertarik dengan Ji Hyo yang apa adanya. Bahkan ia selalu sengaja membuat wanita itu marah padanya hanya untuk menarik perhatiannya.

Ting!

Suara dentingan lift terdengar begitu nyaring, menyadarkan pria itu dari lamunannya.

"Oppa! Kau datang?." Tanya Ji Hyo dengan begitu ceria, ia melambaikan tangannya pada pria itu kemudian mendekatinya.

"Ne." Jawabnya seraya tersenyum pada Ji Hyo

Gary muncul dibelakang Ji Hyo. Ia tersenyum kemudian merangkul Pria itu. "Ya Jong Kook Hyung!." Serunya.

Pria itu, Jong Kook. Ia terdiam sesaat. Dia telah kembali... Gumannya.

"Gary-ya kau datang?." Jong Kook menyimpan dua kantung ditangannya kemudian memeluk Gary.

"Ne. Seperti yang kau lihat Hyung." Jawab Gary, tanpa menyadari perubahan hati Jong Kook.

"Oppa, apa yang kau bawa?." Tanya Ji Hyo.

Jong Kook memberikan dua kantung itu pada Ji Hyo. "Ini makanan, seperti janjiku kemarin."

"Gomawo Oppa. Kaja, masuklah."

"Aku harus segera pulang." Ucap Jong Kook pada Gary dan Ji Hyo.

"Aku pergi sekarang." Ucap Jong Kook pada Ji Hyo, ia mengelus puncak kepala wanita itu sesaat kemudian pergi.

"Annyeong Oppa." Seru Ji Hyo sambil melambaikan tangannya.

Jong Kook memasuki lift, ia tersenyum tipis sebelum pintu lift tertutup. Ji Hyo-ya... Apakah sekarang kau bahagia?.

***

"Jong Kook Hyung selalu datang?." Tanya Gary pada Ji Hyo yang sedang menata makanan yang di berikan oleh Jong Kook kedalam lemari pendingin.

"Ne, biasanya Jong Kook Oppa datang bersama Kwang Soo. Itupun jika dia tidak sibuk. Terkadang sendiri."

"Syukurlah, kau tidak kesepian."

Ji Hyo menutup lemari pendingin itu kemudian menghampiri Gary yang sedang duduk di dekatnya, Ji Hyo memeluk leher pria nya itu dari belakang. Ia tau Gary mengkhawatirkannya, pria nya itu cemburu. Tidak suka. Ia tau itu. Hanya saja Gary tidak akan mengungkapkannya terlebih dahulu.

"Tidak akan ada pria lain lagi yang datang kecuali kau Oppa. Aku berjanji."

"Gomawo Chagiya. Aku benar-benar cemburu Jong Kook Hyung sangat memperhatikanmu." Gary mengelus tangan Ji Hyo. Ia begitu beruntung memiliki Ji Hyo yang begitu peka terhadapnya. Ia memang sangat cemburu jika pria lain datang kesini.

Sekarang, ia menyesal pernah meninggalkan Ji Hyo. Ia sangat menyesal jika pada akhirnya akan seperti ini, Jong Kook menyayangi Ji Hyo. Begitu jelas tergambar dari bahasa tubuhnya. Ia melihat semuanya. Meskipun sekarang ia memiliki Ji Hyo namun rasa takut kehilangan itu muncul, bagaimana jika Ji Hyo berpaling? Bagaimana jika Ji Hyo juga mulai menyukai Jong Kook?.

***

Jong Kook menatap terangnya kota dari atas gedung, angin musim gugur pun menerpa tubuhnya menusuk hingga ketulang bahkan kedalam hatinya. Setelah beberapa bulan ini hatinya menghangat, kini menjadi dingin kembali.

Gary tak akan terganti dari dalam hatinya, Gary akan selalu ada dihatinya. Sekalipun ia pergi, Gary tetap tinggal dihatinya, hingga tak pernah ada celah untuk memasuki hatinya itu.

Ji Hyo-ya... Saranghae...

"Hyung." Ha Ha menepuk pundak Jong Kook, namun pria itu tidak berbalik sedikitpun.

"Kembalilah, Dream pasti menunggumu."

Tadi tanpa sengaja Ha Ha melihat Jong Kook keluar dari gedung apartemen Ji Hyo dengan wajah yang tak bisa di gambarkan, ia tau sesuatu pasti telah terjadi dengannya . Hingga Ia pun memutuskan untuk mengikuti pria itu hingga sampai di atap gedung ini.

Ha Ha berdiri disamping Jong Kook, mengikuti arah pandang Jong Kook. Ia tau, beberapa saat lagi pasti dia akan segera bercerita. Persahabatan membuatnya mengerti bagaimana sosok pria di sampingnya ini.

"Gary kembali."

Ha Ha masih diam, ia membiarkan Jong Kook berbicara.

"Apa yang harus aku lakukan?."

Jong Kook menarik nafas. "Dulu aku tidak suka Gary meninggalkan Ji Hyo begitu saja. Sekarang, dia kembali. Tapi..."

"Aku berharap bisa lebih lama lagi bersama Ji Hyo." Lanjutnya.

Ha Ha memang tau semua tentang sahabatnya ini, mereka tak pernah merahasiakan apapun satu sama lain. Namun ia masih enggan untuk berkata.

"Aku pergi." Ucap Jong Kook kemudian beranjak.

"Hyung." Panggil Ha Ha

"Kau mau bertemu dengan Dream?." Tawar Ha Ha. Puteranya itu memang senjata ampuh untuk meluluhkan Jong Kook. "Kurasa dia merindukan Samchon-nya."

***

Tengah malam Gary terjaga. Ia menatap Ji Hyo yang tertidur dengan senyum yang melekat diwajahnya.

Gary tersenyum kecil, ia merapihkan rambut Ji Hyo kemudian mengecup keningnya. "Apa yang kau mimpikan Ji Hyo-ya?."

"Kau Oppa." Ji Hyo menggeliat kemudian mendudukan dirinya menghadap Gary.

"Mian, aku mengganggumu."

"Aniyo Oppa. Kau tidak tidur?."

Gary tersenyum "Ani, aku baru saja bangun."

"Apa yang kau khawatirkan Oppa?."

Ji Hyo menghela nafas panjang, Gary masih memikirkan Jong Kook. Ia yakin itu.

"Kau tidak perlu terus menerus memikirkan Jong Kook Oppa."

"Sepertinya Jong Kook Hyung menyukaimu."

Ji Hyo tersenyum pada Gary, "Kau tidak perlu khawatir tentang itu Oppa, Jong Kook Oppa hanya menganggapku Dongsaeng-nya."

"Kau yakin?."

"Sekarang aku disini bersamamu, dihatiku cuma kamu. Selama ini aku hanya memikirkanmu Oppa. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya."

"Bagaimana jika nanti kau..."

"Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya Oppa?."

"Segeralah menikah denganku."

***

Filming Running Man dimulai pagi. Gary baru akan memulai kembali bergabung minggu depan, namun ia tetap datang untuk menemani Ji Hyo dan bertemu dengan member lainnya.

"Masuklah, aku akan menunggu disini sampai yang lain datang, agar mereka tidak mencurigai kita. Arasseo?."

"Arasseo. Aku keluar sekarang. Annyeong Yeobo." Pamitnya pada Gary. Gary tersenyum sambil melambaikan tangannya.

Sementara Ji Hyo berjalan kearah staff yang sedang bekerja.

"Annyeonghaseyo." Sapa Ji Hyo sambil membungkukan badannya.

"PD-nim kenapa aku harus datang lebih pagi?." Tanya Ji Hyo.

"Hari ini Couple Race, kau segeralah bergabung dengan bintang tamu wanita yang lainnya diruangan itu."

"Ne, kamsahamdina PD-nim." Setelah itu ia beranjak menuju ruangan yang telah disediakan.

***

Jong Kook keluar dari mobilnya diikuti oleh Ha Ha, mereka berdua berlari menuju ke lokasi.

"Annyeonghaseyo PD-nim." Sapa Jong Kook, begitupun juga Ha Ha.

"Hari ini Couple Race, ada 5 bintang tamu wanita."

"Annyeonghaseyo." Sapa Suk Jin kemudian disusul Jae Suk. Dibelakang mereka disusul oleh Joong Ki dan Kwang Soo.

"Apa misi hari ini?." Tanya Jae Suk.

PD memberikan kartu misi pada Jae Suk, kemudian ia membacanya.

"Dapatkan pasanganmu dari lantai 1 hingga 6 gedung ini."

"Yeeee..." Seru Kwang Soo.

"Ya! Kwang Soo-ya. Diamlah, pasanganmu pasti Lee Gook Joo lagi." Seru Jong Kook, seketika membuat member lainnya tertawa.

"Eyy... Hari ini pasti Ji Hyo Noona adalah pasanganmu lagi Hyung!." Balas Kwang Soo.

"Aish." Jong Kook memberikan tinjunya pada Kwang Soo.

"Karena Lift digedung ini sedang diperbaiki, kalian harus menaiki tangga darurat." Ucap PD menyela candaan mereka.

"Sepagi ini kami harus menaiki tangga? Eyy..." Protes Jae Suk.

"Aish, jinjja?." Seru Ha Ha, sementara Kwang Soo dan Joong Ki hanya melongo mendengarnya.

"Kita Kawi, Bawi, Bo. Yang kalah harus naik ke lantai 6." Usul Suk Jin.

Semuanya bersiap.

"Kawi-Bawi-Bo."

"Yes!!!." Seru Suk Jin.

Putaran pertama dimenangkan Suk Jin, selanjutnya Joong Ki, kemudian Ha Ha, Jae Suk, Kwang Soo, yang terakhir Jong Kook.

"Kau pasti bersama Ji Hyo Noona Hyung!." Ledek Kwang Soo.

"Kau akan bersama Lee Gook Joo." Balas Jong Kook.

"Eyy..."

Kwang Soo telah sampai di lantai 5. "Annyeong Hyung. Semoga beruntung." Ucapnya dengan senyuman yang jahil.

Jong Kook berlari menuju lantai 6. Saat telah sampai ia segera membukanya.

"Omo! Oppa?."

"Mwo-ya..."

"Hyung aku yakin kau bersama Ji Hyo Noona. Lihatlah pasanganku Hyung." Teriak Kwang Soo, dengan terpaksa Jong Kook berbalik.

Lee Sung Kyung, gadis itu kini berdiri disamping Kwang Soo, lawan mainnya dalam drama It's Okay That's Love yang pernah dibintanginya.

"Kwang Soo-ya! Kau ini! Aish." Jong Kook melirik Ji Hyo yang tertawa melihat tingkahnya dengan Kwang Soo.

Jong Kook berbalik kemudian jongkok di hadapan Ji Hyo. "Kaja, naiklah."

"Ne." Ji Hyo naik di punggung Jong Kook, melingkarkan tangan dan kakinya ditubuh pria itu demi menjaga keseimbangannya.

***

Gary datang menemui member lain saat mereka telah berganti pakaian yang sama dengan pasangan-pasangannya.

"Gary Hyung!." Sapa Kwang Soo, ia berjalan kearah member lainnya setelah sebelumnya memeluk Kwang Soo.

"Ya! Gary-ya. Bagaimana kabarmu?." Tanya Jae Suk.

"Baik Hyung. OMO! Seolhyun-ssi?." Gary memeluk Jae Suk kemudian memberi salam pada pasanganya.

Gary bergiliran memeluk member dan nyapa para bintang tamu yang hadir.

"Dimana Jong Kook Hyung dan Ji Hyo?." Tanya Gary.

"Mereka berkencan." Ujar Kwang Soo. "Mereka akhir-akhir ini selalu berpasangan." Ia tertawa mendengar ucapannya sendiri.

Ha Ha memukul Kwang Soo "Kwang Soo-ya, jangan mengada-ada."

"Ji Hyo berada di lantai 6, mungkin sebentar lagi mereka datang."

***

"Kau mendapatkan partner yang tepat Ji Hyo." Ucap PD

Jong Kook merengut, apa yang terjadi?

"Kau menjadi pasangan Spy bersama Ji Hyo. Kalian harus menang disetiap misi agar identitas kalian tidak terbongkar. Disetiap misi hanya ada 1 petunjuk asli." Jelas PD.

"Baiklah kami mengerti." Ucap Jong Kook, setelah berpamitan keduanya segera bergabung dengan member lainnya.

"Kita harus menang Oppa."

"Ne. Kaja mereka telah menunggu." Jong Kook menarik tangan Ji Hyo agar berlari menyamai langkahnya.

"Eyy... Kalian bergandengan tangan." Seru Jae Suk

"Mwo? Kalian benar-benar berkencan?." Tanya Kwang Soo.

"Aigo, sepertinya kita akan kalah hari ini." Ucap Ha Ha

"Mworago?." Tanya Ji Hyo kemudian ia mengalihkan pandangan kearah lain. "Gary Oppa." Seru Ji Hyo kemudian mendekati Gary, memeluknya sesaat.

"Gary-ya." Jong Kook juga memeluknya sesaat.

"Hari ini Gary datang untuk berkunjung, dia akan memulai lagi Running Man paling cepat minggu depan." Jae Suk memberitahukan itu pada Jong Kook dan Ji Hyo.

"Mwo? Jinjja?." Tanya Ji Hyo dengan wajah ceria.

"Ne, Monday Couple akan kembali di senin depan." Ucap Gary.

"Eyy... Kau ini." Seru Kwang Soo dan Suk Jin.

"Waeyo?." Tanya Gary dengan wajah marah.

"Ani Hyuuung."

***

Race dimulai. Misi pertama yaitu restaurant, sebelum sarapan mereka melakukan misi.
           
"Kalian harus membuat jantung pasangan kalian berdetak hingga 170." Kata PD

Para member bersorak. "Yeeyyy." Seru Ha Ha

"Sampai saat ini detak jantung paling stabil adalah Jong Kook dan  Ji Hyo."

"Yeyy, kalian akan kalah dari kami." Seru member lainnya senang.

Ji Hyo dan Jong Kook mendapatkan giliran terakhir setelah pengundian. Para member lain hampir saja menang, namun rata-rata dari pasangannya tidak mencapai batas yang di tentukan.

Ji Hyo dan Jong Kook akan mulai.

"Tantangan!."

"Ji Hyo-ya."
           
"Ne, Kookie Oppa."

Jong Kook tersenyum malu, jarang sekali gadis dihadapannya ini memanggilnya semanis itu.

"Mwo-ya, Ji Hyo. Kau membuat detakannya naik."

Ji Hyo tertawa mendengarnya, begitupun Jong Kook.

"Kau tau, selama ini sebenarnya aku menyukaimu." Ucap Jong Kook memotong candaan teman-temannya.

Ji Hyo menatap Jong Kook kaget. Apa yang baru saja dia katakan?

"Mwo?."

"Aku menyukaimu sejak lama Ji Hyo-ya. Apakah kau memiliki kekasih?."

"Aniyo, Oppa. Bukankah kau yang memiliki kekasih?."

"Jika aku memiliki kekasih, untuk apa aku menyukaimu?."

Jong Kook meraih tangan Ji Hyo, menggenggam erat kedua tangan itu.

"Saranghaeyo Ji Hyo-ya."

"Mwo?." Ji Hyo membelalakan matanya. Namun kemudian ia tersenyum. Jong Kook Oppa melakukannya hanya untuk memenangkan race Ji Hyo. Ucapnya pada diri sendiri.  "Nado, Oppa." Ji Hyo mendekatkan wajahnya pada Jong Kook. Semakin dekat dan dekat.

"Sukses!!!."

Ji Hyo segera menjauhkan diri dari Jong Kook.

"Waa Hyung kau benar-benar manusia." Seru Kwang Soo.

"Pemenang misi pertama, Ji Hyo dan Jong Kook. Ini petunjuk untuk kalian." PD memberikan sebuah amplop pada Ji Hyo. Kemudian keduanya segera mengambil sarapan dan pergi.

***

Ji Hyo mengambil makanan dengan tangannya, ia memberikan potongan pertama pada Jong Kook.

"Kaja, makanlah Oppa."

Jong Kook membuka mulutnya sementara kedua tangannya sibuk dengan stir. Jong Kook tersenyum, salahkah jika ia berharap bahwa ini bukan hanya akting?

Ji Hyo mengambil ponsel dari sakunya, sebuah pesan masuk.

Kang Gary :*
Yeobo, jaga hatimu. :*
           
Ji Hyo tersenyum kecil kemudian mengetikan pesan balasan.

"Sepertinya race ini memang disusun untuk kita." Ujar Ji Hyo

"Mwo?."

"Ani. Itu disebelah sana Oppa tempat selanjutnya."

"Ne." Keduanya berlari kearah seseorang yang memegang tanda Running Man.

***

Misi kedua Ji Hyo dan Jong Kook menang kembali karena pada misi ini benar-benar menggunakan kekuatan dan kecepatan.

"Race ini benar-benar tidak adil." Protes Kwang Soo

"Ya!." Teriak Ji Hyo

"Bagaimanapun, selamat untuk kalian." Ucap Jae Suk.

"Ini petunjuk untuk pemenang pertama, kedua dan ketiga." PD memberikan 3 buah amplop.

Jong Kook menarik Ji Hyo keluar dari area misi kedua.

"Kaja, misi final menanti kita." Seru Jong Kook.

***

Gary duduk dibelakang meja kerjanya, ia menatap pantulan senja dari kantornya itu. Ia bertanya-tanya. Sedang apakah Ji Hyo sekarang? Jujur saja, begitu ia mengetahui Jong Kook adalah pasangannya ia begitu gundah. Bagaimana bisa ini terjadi? Setelah ketegangannya dengan Ji Hyo semalam.

"Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya Oppa?."

"Segeralah menikah denganku."

Ji Hyo mengalihkan pandangannya kearah lain. "Ani Oppa."

"Wae?." Tanya Gary dengan begitu tenang.

"Oppa..." Ji Hyo kembali menatap Gary. "Percayalah, aku mencintaimu meski kita tidak menikah secepatnya."

"Ji Hyo-ya..."

"Oppa... Aku hanya belum siap untuk menikah."

Gary mengacak rambutnya percakapan itu begitu terngiang dalam ingatannya. Benarkah seperti itu? Ataukah ada pria lain?
           
***

Ji Hyo duduk di depan gedung menunggu Gary, pasalnya pria itu menjanjikan untuk menjemputnya seusai filming. Ia meraih ponselnya mendial nomor Kang Gary untuk yang kesekian kalinya. Namun masih tak ada jawaban.

"Ji Hyo-ya."

Ji Hyo menoleh kesamping kanannya.

"Oppa."

"Kau belum pulang?." Jong Kook menghampiri Ji Hyo, duduk disamping wanita itu.

"Ne. Dia belum datang."

Jong Kook duduk disamping Ji Hyo. "Gary?."

"Ne, Gary Oppa berjanji akan datang."

Jong Kook mengangguk-anggukan kepala pertanda mengerti, memangnya siapa lagi yang ditunggu Ji Hyo jika bukan Kang Gary?.

"Sepertinya, kau lebih dekat dengannya sekarang." Komentar Jong Kook. "Apa kalian mulai berkencan?." Lanjutnya.

"Gary Oppa memintaku untuk menikah dengannya." Guman Ji Hyo.

"Lalu?."

"Aku belum bisa menjawab, aku belum memutuskan untuk menikah di tahun ini."

Jong Kook melirik kearah Ji Hyo menatap lurus dengan pandangan yang kosong, ia tau wanita ini begitu bimbang karena wanita itu melamun seperti ini. Ia meraih pundak Ji Hyo, membawa wanita itu dalam pelukannya.

"Kemarin aku mengatakan Iya saat dia memintaku untuk menikah dengannya, tapi sekarang aku sadar aku belum siap untuk hubungan seserius itu. Aku mengatakan padanya aku tidak ingin menikah secepat itu." Ji Hyo menghela nafas panjang.

"Oppa... Apa yang harus aku lakukan?." Tanya Ji Hyo.

Jong Kook mengelus punggung dan kepala Ji Hyo dengan lembut. Bagaimana pun wanita dalam pelukannya ini wanita yang ia cintai, ia tak rela jika wanita ini bersama pria lain. Namun, melihatnya seperti ini bukanlah hal yang ia inginkan.

"Ikuti kata hatimu."

Ponsel Ji Hyo berdering, sebuah pesan masuk.

Kang Gary :*
Ji Hyo-ya mian. Aku ada pekerjaan yang tak bisa aku tinggalkan. Setelah ini aku akan pulang ketempatmu. Pulanglah. Mianhaeyo yeobo.

Ji Hyo mendesah kecewa, ia menegakkan tubuhnya lalu berdiri. "Aku akan pulang sekarang Oppa."

"Mwo? Bukankah kau akan menunggu Gary?." Jong Kook mengikuti Ji Hyo.

"Gary Oppa sedang sibuk, aku akan pulang sendiri."

"Ani, aku akan mengantarmu." Jong Kook meraih pergelangan tangan Ji Hyo.

***

Gary melihatnya!. Mereka... Ji Hyo dan Jong Kook. Kekasih dan Sahabatnya. Mereka disana, berpelukan. Entah apa yang mereka bicarakan hanya saja mereka terlalu intim jika hanya sebatas saudara. Gary meraih ponselnya, mengetikan sebuah pesan pada Ji Hyo.

Sebenarnya ia akan memberikan sebuah kejutan pada kekasihnya itu, ia akan membuatnya menunggu dan mengejutkannya dengan kedatangannya. Namun ternyata semuanya berbalik. Bukan Ji Hyo yang terkejut karena kedatangannya, tapi ia yang terkejut melihat pemandangan dihadapannya.

"Mian Ji Hyo-ya..." Gary memutar balik mobilnya, pergi meninggalkan wanitanya itu.

***

Jong Kook menatap Ji Hyo yang wajahnya semakin pucat. Ia kembali menaikan suhu pemanas ruangan dikamar wanita itu. Tadi, begitu ia turun dari mobil wanita itu ambruk, lemas tak dapat berdiri. Suhu tubuhnya naik karena terlalu lama terkena udara dingin dengan pakaian yang tidak begitu tebal.

"Ji Hyo-ya... Kaja! Makanlah. Kau harus makan dan meminum obat."

"Ani Oppa, tidak enak. Aku ingin tidur. Dingin." Guman Ji Hyo, ia menyamankan posisi tidurnya.

"Ji Hyo-ya. Aku mohon bangunlah. Aku menghawatirkanmu."

"Kau tak perlu menghawatirkanku Oppa, pulanglah."

"Bagaimana aku tidak menghawatirkanmu Ji Hyo! Aku menyayangimu, aku mencintaimu. Jika kau ingin pulang, bangunlah. Kau harus makan." Bujuk Jong Kook.

"Sebentar lagi Gary Oppa akan datang. Pulanglah."

"Ani."

"Oppa..."

"Ara! Aku akan pergi setelah dia datang."

"Mian Oppa."

***

Gary masih terdiam dalam mobilnya, ia masih menatap salah satu mobil yang tak jauh darinya. Kenapa dia disini begitu lama? Bahkan Ji Hyo yang telah berjanji tidak akan membawa siapapun lagi ke apartemennya. Tapi bagaimana bisa hingga larut malam seperti ini orang itu masih disini? Apa yang mereka lakukan disana?.

Gary membenamkan kepalanya pada stir. Bersamaan dengan itu ponselnya berdering.

Mong Ji's Calling...

Gary memalingkan wajahnya. Kecewanya tidak dapat dibendung lagi. Bertubi-tubi ia mendapatkan kekecewaannya dalam waktu singkat. Pertama kekasihnya itu terlihat begitu bahagia bersama pria lain pagi tadi, kedua ia melihat kekasihnya itu berpelukan dengan pria lain yang tak lain adalah sahabatnya sendiri, ketiga kekasihnya itu mengingkari janjinya.

Ponsel Gary kembali berdering.

Jong Kook's Calling...

Ada apa dengan mereka? Kenapa begitu kompak menghubunginya? Apakah mereka telah memutuskan untuk bersama?

Kenapa semua ini begitu berat? Kenapa setelah ia mendapatkan wanita pujaannya itu semuanya bertambah rumit?.

"Ne."

"Datanglah ke apartemen Ji Hyo. Dia membutuhkanmu! Kaja!."

"Wae-yo Hyung?." Tanya Gary tenang, nada suara mengancam itu masih belum bisa membuat kekecewaan dalam hatinya itu luntur.

"KAJA!."

"Ara, aku akan kesana besok." Jawab Gary.

"Ji Hyo sakit dan dia hanya ingin bersamamu!."

"MWO?."

"KAJA!."

Dengan cepat Gary berlari, menggunakan seluruh kekuatannya. Ji Hyo... Pabo! Apa yang baru saja kau lakukan Gary? Kau malah diam dan berpikir Ji Hyo menghianatimu! Kau hanya memikirkan dirimu sendiri Gary! Pabo!!!

***

"Gary akan segera datang. Makanlah."

BLAM! Pintu terbuka dengan keras menunjukkan sosok Gary dengan nafas memburu disana.

"Oppa..." Panggil Ji Hyo dengan suara paraunya.

"Mian Ji Hyo-ya. Mianhaeyo." Gary segera menghampiri Ji Hyo, memeluk kekasihnya itu dengan lembut.

"Aniyo Oppa." Ji Hyo membalas pelukan Gary, membenamkan kepalanya didada pria itu.

Jong Kook meninggalkan Ji Hyo dan Gary dalam diam. Melihat sikap Ji Hyo ia menjadi tau apa yang harus ia lakukan sekarang. Ji Hyo belum tentu bahagia bersamanya, belum tentu dia akan manja seperti itu jika bersamanya. Ji Hyo-ya...

***

Gary menatap Ji Hyo yang masih tertidur dalam pelukannya. Ia telah salah menilai kekasihnya ini. Seharusnya ia percaya padanya bahwa tak ada lagi orang lain dihati wanitanya itu kecuali Gary, Kang Gary, Kang Hee Gun.

Gary melerai pelukan Ji Hyo. Ia harus menemui Jong Kook dan berterimaksih pada Hyung-nya itu.

"Hyung." Panggil Gary

"Jong Kook Hyung." Panggilnya lagi.

Tak ada siapapun diruangan ini, saat ia menuju dapur ia melihat sesuatu tergantung pada lemari pendingin.

Gary-ya kau sungguh beruntung mendapatkannya. Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan pernah berusaha merebutnya darimu. Aku mencintainya dan aku menginginkannya bahagia. Sayangnya kebahagiaannya bukan bersamaku. Hanya kau yang mampu membuatnya bahagia.

Saat dulu kau memutuskan untuk pergi kau menitipkannya padaku, dan sekarang aku yang akan menitipkannya padamu. Jagalah dia, sayangilah dia dan bahagiakanlah dia.

I'm Sorry, I Love Her. But now, Her is Yours.

---Jong Kook

Sebuah tangan melingkar pada pinggang Gary, disusul sebuah kecupan dibagian pundaknya, lalu bisikan halus itu terdengar.

"Mari kita menikah, Oppa."

***

Tamat.

Cerpen 3. Ini cerpen nyambung dari 2 cerpen sebelumnya ya :)

Vote dan Komennya jangan lupa ya :)

Terimakasih.

No comments:

Post a Comment