(Saat Qalbu Menyapa
Cinta)
Cinta itu tak pernah memandang
apapun, karena Cinta itu datang begitu saja dari dalam Qalbu.
***
“Aliando!!! Mau pergi kemana lagi
kamu?!.”
“Apa sih peduli kalian?! Emangnya
aku mau pergi kemanapun kalian masih peduli? Masih mau tahu? Masih penting?!
Sudahlah kalian urus saja urusan kalian masing-masing. Ada atau tidak adanya
aku gak berarti apa-apakan buat kalian?.”
“Aliando! Bicara apa kamu?!.”
“Aliando! Berhenti! Selangkah lagi
kamu melangkah selamanya kamu tidak boleh lagi masuk lagi kerumah ini!.”
“Ali!!!.”
***
“Apa lagi tante? Aku udah kerjain
semuanya. Aku udah...”
“Lancang kamu Prilly! Panggil aku
MAMA!!!.”
“Mama aku cuma satu! Kamu bukan
Mama aku!.”
“Prilly!.”
Plak.
“Mama gak pernah nampar aku! Mama
gak pernah bentak aku! Aku benci tante!.”
“Prilly! Kemana kamu hah?! Prilly
kembali!!!.”
***
Aliando Qalbu Syarief, pemuda yang
biasa disapa dengan sebutan Ali atau Abu –Ali Qalbu- itu kini berdiri didepan
sebuah pintu rumah yang begitu sederhana, jauh dari kata mewah seperti rumah
yang selama ini ia tinggali. Ia mengetuk pintu itu beberapa kali kemudian
keluarlah seorang wanita paruh baya dari dalam rumah sederhana itu.
“Abu?.”
“Assalamu’alaikum Nek.”
“Wa’alaikumsalam.”
Ali memeluk Neneknya itu dengan
sayang.
“Ada hal apa yang membawa kamu
kemari? Kamu naik apa kesini? Mobil kamu mana? Motor?.”
Ali tersenyum, ia merangkul
Neneknya untuk memasuki rumah itu.
“Abu cuma mau nemenin Nenek. Abu
rindu Nenek.”
Neneknya mencubit hidung Ali gemas.
“Gombal kamu. oiya kamu sudah
makan? Kebetulan Nenek baru selesai masak. Yuk makan.”
“Nenek tau aja. Abu laper banget.”
***
“Kamu kenapa sayang? Cerita sama
Ibu...”
Prilly terus saja menangis tersedu
tanpa menghiraukan pertanyaan yang telah beberapa kali terlontar itu.
“Kamu kenapa sayang? Semenjak Mama
kamu menghilang kenapa kamu menjadi seperti ini?.”
Prilly menggelengkan kepalanya
sementara tangannya memeluk erat wanita paruh baya itu.
“Bu... Aku tinggal disini aja ya
Bu, aku lebih baik tinggal dipanti ini Bu...”
Ibu memeluknya erat, mengelus
punggungnya menenangkan.
“Iya sayang... silahkan, kapanpun
pintu disini akan terbuka untuk kamu nak...”
“Terimakasih Bu... Aku gak tahu mau
kemana lagi kalau gak ada Ibu.”
“Stt... jangan bilang gitu sayang.
Ibu sayang sekali sama kamu.”
Prilly Latuconsina, seorang gadis
ceria yang selalu dilimpahi kasih sayang yang penuh oleh kedua orang tuanya. Namun
kini semuanya berubah... semenjak Mamanya menghilang dalam sebuah kecelakaan
pesawat dan Ayahnya menikah lagi. Semuanya berubah hingga merubah pribadinya
pula.
***
Setelah merapihkan alat solatnya,
Ali beranjak menuju halaman belakang dengan menenteng sebuah gitar yang
merupakan gitar kesayangannya. Ya Allah
aku gak tahu ini bener atau enggak. Yang aku tahu aku salah udah ngebentak
kedua orang tua aku. aku hanya tidak tahan ya Allah mereka hanya sibuk dengan
urusan mereka masing-masing, jika mereka bertemu mereka hanya akan berantem. Mereka
tidak memikirkan aku sedikitpun... maafkan aku Ya Allah...
Ali menghela nafas, ia duduk pada
sebuah bangku kemudian menyandarkan dirinya lelah. Ia mulai memetik gitar nya.
Segenap
hatiku selalu memujamu...
Seluruh
jiwaku kupersempahkan untukmu...
Sepenuh
Cintaku merindukan dirimu...
Seutuh
gejolak membakar hatiku...
Seperti
cahaya hadirmu diduniaku...
Seperti
ribuan bintang yang menghujam jantungku...
Kau
membuatku merasakan indahnya jatuh cinta...
Ali menghentikan alunan lagunya
begitu ia melihat seorang gadis yang duduk di ambang jendela tepat disamping
rumahnya. Ali mengamatinya dengan seksama dan ia dapat mendengarkan lantunan
lagu yang sama seperti menyambung lagu yang tidak ia selesaikan. Ia menegakkan
duduknya.
“Cinta...”
Gadis itu menoleh kearah Ali
kemudian ia berpaling dan meninggalkan jendela itu. jendela itu terlihat
ditutup rapat-rapat dan lampunyapun dimatikan.
Ali menarik sedikit ujung bibirnya.
“Suara yang indah...”
Cantik...
Ali tersenyum sendiri kemudian
merebahkan tubuhnya di atas bangku itu. memandangi langit yang penuh dengan
bintang. Aku harus kenal kamu...
***
“Nek. Disebelah itu panti ya?.”
“Iya, kenapa?.”
“Abu boleh kesana?.”
Nenek mengerutkan keningnya.
“Mau ngapain? Biasanya kamu
jalan-jalan ke pinggiran sungai.”
Ali tersenyum.
“Ya pengen aja Nek. Ya nek ya
boleh.”
“Sana gih pergi kalo mau kesana.”
Ali tersenyum kemudian beranjak.
“Makasih Nenek, assalamu’alaikum...”
Ali berjalan dengan penuh semangat
menuju rumah disebelahnya, beberapa anak terlihat sedang bahu membahu
membersihkan sekeliling rumah yang tidak begitu besar itu.
“Assalamu’alaikum Bu...”
“Wa’alaikumsalam... Adek siapa ya?.”
Ali tersenyum.
“Saya cucunya Nenek yang punya
rumah itu.”
“Oh jadi kamu Abu? Ya Allah kamu
sudah besar ya? tambah ganteng deh kamu.”
Ali mengedarkan pandangannya
mencari sosok cantik yang ia rindukan.
“Cari apa Nak? Oiya mari masuk
kebetulan Ibu lagi masak, kita makan sama-sama.”
Ali mengangguk dan mengikuti Ibu
pemilik panti itu.
“Oiya Bu. Boleh saya numpang ke
toilet?
“Oh silahkan toiletnya disebelah
sana.”
“terimakasih bu.”
Ali berjalan perlahan menyusuri
tempat itu. dimana dia? Kenapa keberadaan
dia sama sekali gak terdeteksi ya?
“Bu makanannya udah siap.”
Ali tersenyum. Sepertinya itu dia...
Ali bejalan menuju sumber suara dan
mendapati seseorang yang sedang memasak, tepatnya menata sebuah masakan.
“Bu... Eh... siapa kamu? ngapain
kamu disini?.”
Ali tersenyum kemudian mengulurkan
tangannya. Namun sayang, gadis itu hanya memandangi tangan itu tanpa ada minat.
“Aku Aliando Qalbu Syarief. Biasa dipanggil
Ali. Aku tinggal dirumah sebelah.”
“Oh.”
Oh?
Oh aja? Ali menghela nafas lalu
berdiri disampingnya.
“Nama kamu siapa?,”
Gadis itu sama sekali tak
mengindahkannya, ia malah terus-terusan menata makanannya ke atas meja makan.
“Adek-adek saatnya makan...”
“Hey nama kamu?.”
“Bu makanan siap.”
Ali menghela nafas. baru kali ini gue dicuekin cewek.
“Oke. Aku panggil kamu Cinta.”
***
Bersambung.
ada saran dan kritik bisa di add ID line aku, follow juga
instagram, twitter dan instagram aku ya biar kita bisa sharing tentang
cerita-cerita aku. usernamenya @sopiahnenden, berlaku untuk semuanya :)
Terimakasih udah mau baca ya :)
Alur ceritanya menarik..!
ReplyDeletepenulisan dan penggunaan katanya bagus :)
dengan cast mereka lagi .. :D
ditunggu chapter selanjutnya :)
yang immortal love juga ya kak :)
semangat!
Ceritanya bagus, feelnya juga dapet...next partnya ditunggu
ReplyDeletepenasaran sama terusannya .
ReplyDeletenext dong
:)