Sunday, 29 June 2014

Prinsip Cinta Suci


(Saat Qalbu Menyapa Cinta)

Cinta itu tak pernah memandang apapun, karena Cinta itu datang begitu saja dari dalam Qalbu.

***

“Aliando!!! Mau pergi kemana lagi kamu?!.”
“Apa sih peduli kalian?! Emangnya aku mau pergi kemanapun kalian masih peduli? Masih mau tahu? Masih penting?! Sudahlah kalian urus saja urusan kalian masing-masing. Ada atau tidak adanya aku gak berarti apa-apakan buat kalian?.”
“Aliando! Bicara apa kamu?!.”
“Aliando! Berhenti! Selangkah lagi kamu melangkah selamanya kamu tidak boleh lagi masuk lagi kerumah ini!.”
“Ali!!!.”


***

“Apa lagi tante? Aku udah kerjain semuanya. Aku udah...”
“Lancang kamu Prilly! Panggil aku MAMA!!!.”
“Mama aku cuma satu! Kamu bukan Mama aku!.”
“Prilly!.”

Plak.

“Mama gak pernah nampar aku! Mama gak pernah bentak aku! Aku benci tante!.”
“Prilly! Kemana kamu hah?! Prilly kembali!!!.”

***

Aliando Qalbu Syarief, pemuda yang biasa disapa dengan sebutan Ali atau Abu –Ali Qalbu- itu kini berdiri didepan sebuah pintu rumah yang begitu sederhana, jauh dari kata mewah seperti rumah yang selama ini ia tinggali. Ia mengetuk pintu itu beberapa kali kemudian keluarlah seorang wanita paruh baya dari dalam rumah sederhana itu.
“Abu?.”
“Assalamu’alaikum Nek.”
“Wa’alaikumsalam.”
Ali memeluk Neneknya itu dengan sayang.
“Ada hal apa yang membawa kamu kemari? Kamu naik apa kesini? Mobil kamu mana? Motor?.”
Ali tersenyum, ia merangkul Neneknya untuk memasuki rumah itu.
“Abu cuma mau nemenin Nenek. Abu rindu Nenek.”
Neneknya mencubit hidung Ali gemas.
“Gombal kamu. oiya kamu sudah makan? Kebetulan Nenek baru selesai masak. Yuk makan.”
“Nenek tau aja. Abu laper banget.”

***

“Kamu kenapa sayang? Cerita sama Ibu...”
Prilly terus saja menangis tersedu tanpa menghiraukan pertanyaan yang telah beberapa kali terlontar itu.
“Kamu kenapa sayang? Semenjak Mama kamu menghilang kenapa kamu menjadi seperti ini?.”
Prilly menggelengkan kepalanya sementara tangannya memeluk erat wanita paruh baya itu.
“Bu... Aku tinggal disini aja ya Bu, aku lebih baik tinggal dipanti ini Bu...”
Ibu memeluknya erat, mengelus punggungnya menenangkan.
“Iya sayang... silahkan, kapanpun pintu disini akan terbuka untuk kamu nak...”
“Terimakasih Bu... Aku gak tahu mau kemana lagi kalau gak ada Ibu.”
“Stt... jangan bilang gitu sayang. Ibu sayang sekali sama kamu.”
Prilly Latuconsina, seorang gadis ceria yang selalu dilimpahi kasih sayang yang penuh oleh kedua orang tuanya. Namun kini semuanya berubah... semenjak Mamanya menghilang dalam sebuah kecelakaan pesawat dan Ayahnya menikah lagi. Semuanya berubah hingga merubah pribadinya pula.

***

Setelah merapihkan alat solatnya, Ali beranjak menuju halaman belakang dengan menenteng sebuah gitar yang merupakan gitar kesayangannya. Ya Allah aku gak tahu ini bener atau enggak. Yang aku tahu aku salah udah ngebentak kedua orang tua aku. aku hanya tidak tahan ya Allah mereka hanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing, jika mereka bertemu mereka hanya akan berantem. Mereka tidak memikirkan aku sedikitpun... maafkan aku Ya Allah...
Ali menghela nafas, ia duduk pada sebuah bangku kemudian menyandarkan dirinya lelah. Ia mulai memetik gitar nya.
Segenap hatiku selalu memujamu...
Seluruh jiwaku kupersempahkan untukmu...
Sepenuh Cintaku merindukan dirimu...
Seutuh gejolak membakar hatiku...

Seperti cahaya hadirmu diduniaku...
Seperti ribuan bintang yang menghujam jantungku...

Kau membuatku merasakan indahnya jatuh cinta...

Ali menghentikan alunan lagunya begitu ia melihat seorang gadis yang duduk di ambang jendela tepat disamping rumahnya. Ali mengamatinya dengan seksama dan ia dapat mendengarkan lantunan lagu yang sama seperti menyambung lagu yang tidak ia selesaikan. Ia menegakkan duduknya.
“Cinta...”
Gadis itu menoleh kearah Ali kemudian ia berpaling dan meninggalkan jendela itu. jendela itu terlihat ditutup rapat-rapat dan lampunyapun dimatikan.
Ali menarik sedikit ujung bibirnya.
“Suara yang indah...”
Cantik...
Ali tersenyum sendiri kemudian merebahkan tubuhnya di atas bangku itu. memandangi langit yang penuh dengan bintang. Aku harus kenal kamu...

***

“Nek. Disebelah itu panti ya?.”
“Iya, kenapa?.”
“Abu boleh kesana?.”
Nenek mengerutkan keningnya.
“Mau ngapain? Biasanya kamu jalan-jalan ke pinggiran sungai.”
Ali tersenyum.
“Ya pengen aja Nek. Ya nek ya boleh.”
“Sana gih pergi kalo mau kesana.”
Ali tersenyum kemudian beranjak.
“Makasih Nenek, assalamu’alaikum...”

Ali berjalan dengan penuh semangat menuju rumah disebelahnya, beberapa anak terlihat sedang bahu membahu membersihkan sekeliling rumah yang tidak begitu besar itu.
“Assalamu’alaikum Bu...”
“Wa’alaikumsalam... Adek siapa ya?.”
Ali tersenyum.
“Saya cucunya Nenek yang punya rumah itu.”
“Oh jadi kamu Abu? Ya Allah kamu sudah besar ya? tambah ganteng deh kamu.”
Ali mengedarkan pandangannya mencari sosok cantik yang ia rindukan.
“Cari apa Nak? Oiya mari masuk kebetulan Ibu lagi masak, kita makan sama-sama.”
Ali mengangguk dan mengikuti Ibu pemilik panti itu.
“Oiya Bu. Boleh saya numpang ke toilet?
“Oh silahkan toiletnya disebelah sana.”
“terimakasih bu.”

Ali berjalan perlahan menyusuri tempat itu. dimana dia? Kenapa keberadaan dia sama sekali gak terdeteksi ya?
“Bu makanannya udah siap.”
Ali tersenyum. Sepertinya itu dia...
Ali bejalan menuju sumber suara dan mendapati seseorang yang sedang memasak, tepatnya menata sebuah masakan.
“Bu... Eh... siapa kamu? ngapain kamu disini?.”
Ali tersenyum kemudian mengulurkan tangannya. Namun sayang, gadis itu hanya memandangi tangan itu tanpa ada minat.
“Aku Aliando Qalbu Syarief. Biasa dipanggil Ali. Aku tinggal dirumah sebelah.”
“Oh.”
Oh? Oh aja? Ali menghela nafas lalu berdiri disampingnya.
“Nama kamu siapa?,”
Gadis itu sama sekali tak mengindahkannya, ia malah terus-terusan menata makanannya ke atas meja makan.
“Adek-adek saatnya makan...”
“Hey nama kamu?.”
“Bu makanan siap.”
Ali menghela nafas. baru kali ini gue dicuekin cewek.
“Oke. Aku panggil kamu Cinta.”

***

Bersambung.

ada saran dan kritik  bisa di add ID line aku, follow juga instagram, twitter dan instagram aku ya biar kita bisa sharing tentang cerita-cerita aku. usernamenya @sopiahnenden, berlaku untuk semuanya :)
Terimakasih udah mau baca ya :)

3 comments:

  1. Alur ceritanya menarik..!
    penulisan dan penggunaan katanya bagus :)
    dengan cast mereka lagi .. :D
    ditunggu chapter selanjutnya :)
    yang immortal love juga ya kak :)
    semangat!

    ReplyDelete
  2. Ceritanya bagus, feelnya juga dapet...next partnya ditunggu

    ReplyDelete
  3. penasaran sama terusannya .
    next dong
    :)

    ReplyDelete