Wednesday, 14 August 2013

Sinopsis 3 Cerita.

Cerita Pertama.
Title       : (Bukan) Kesalahan! (Sekuel Cowok itu...)
Author  : Nenden Siti Sopiah.

Gadis itu sedikit berpaling bukan tanpa alasan, begitupun dengan pemuda itu. Mereka menyatu dalam sebuah kebiasaan yang membuat mereka tak bisa di pisahkan. Meski mereka menyangkal akan rasa masing-masing, tapi tak jarang salah satu dari mereka tak akan tahan jika harus berjauhan.

Hon.”

Pemuda itu menjauhkan ponselnya dari telinga lalu memasukan ponsel itu ke dalam saku kemejanya tanpa mematikan sambungan telepon itu. Ia berbalik pada pintu kamarnya yang tiba-tiba terbuka oleh ulah seorang gadis.

“Kenapa Bee?.”
“Kenapa gak bilang bulan depan kita menikah?”

Saat pertunangan yang telah berakhir di paksa harus menjalin sebuah pernikahan, akankah pernikahan itu dapat di bangun? Dan bagaimanakah nasib hubungan mereka dengan kekasih mereka masing-masing?

~~~

Cerita Kedua.
Title       : Mate Arrangement! (Sekuel Business Arrangement dan Love Yeah!)
Author  : Nenden Siti Sopiah.

Bagai jaman Siti Nurbaya di era globalisasi ini jika seorang pemuda masih harus di jodohkan oleh orang tuanya dengan puteri dari sahabat orang tuanya.

“Ini 2013 Yah! Bagas bisa cari pasangan Bagas sendiri!.”

Dalam benak pemuda itu ada sepercik pikiran licik. Ia akan membuat gadis itu membencinya! Sangat membencinya! Akankah itu terjadi?

Pikiran picik itu di lawan oleh pikiran tenang dari sang gadis. Dalam kepasrahannya ia tak akan pasrah begitu saja pada pemuda yang sama sekali tak ia kenal.

“Biarkan aku kenal dengannya dengan caraku Mom, Dad.”
“Kalo kamu gak mau...”
“Aku bakalan lakuin apapun agar kalian bahagia karena aku Mom.”

Sesuatu yang tak mereka sadari membuat sebuah petaka. Petaka yang sangat besar. Sebuah keteledoran dan kegegabahan akankah berakhir dengan kesengsaraan?

Tentang sebuah cerita cinta yang di awali dengan pemaksaan tentang pasangan hidup. Akankah kali ini berhasil atau justru sebaliknya?

~~~

Cerita Ketiga.
Title       : BIJI in  Love
Author  : Nenden Siti Sopiah.
Cats       : Karina Agnira Adelheid, Karina Lifyan Aneesha, Karina Grashilla Darlene, Karina Sivia Erina, Cakka Abrisam Adhipratama, Mario Virendra Adhipratama, Alvin Sahl Adhipratama, Gabriel Agenta Adhipratama, Patton Otlivio Adhipratama. (Dan pemeran baru lainnya.)

Boys~

Sebuah misi besar membawa mereka pada sebuah kenyataan. Kenyataan menghadapi hidup sebenarnya. Dengan bermodalkan 4K (kecerdasan, ketampanan, karakter dan kekayaan) akankah mereka menyelesaikan misi tersebut?

“Sebutkan nama dan pekerjaan kalian.”

Seorang pemuda menjabat tangan gadis di hadapannya yang memandang begitu dingin.

“Gue Gabriel... gue cuma seorang pengamen.”

Gabriel tersenyum tipis pada gadis yang tak pernah mengubah ekspresinya itu.
Seorang pemuda mendekati.

“Gue Cakka... cuma tukang gambar amatiran.”

Selanjutnya yang mirip sama Cakka mendekat.

“Gue Alvin... tukang meubel, cari bahan bangunan.”

Dalam hati gadis itu merengut. Lalu mengalihkan pada pemuda terakhir. Pekerjaan apa lagi dia?

“Gue Mario... bisa di bilang gue cuma petani biasa.”

Gadis itu terseyum masam.

“Oke! Gue minta... 200Juta buat ngontrak rumah mewah gue ini selama setahun.”

Keempat pemuda itu tersenyum dengan gaya masing-masing. Dalam hati mereka... sepertinya misi itu tidak terlalu buruk dan keempatnya bergumam dalam hati mereka. Gue mau dia dan dia harus jadi milik gue!

WOW pengamen, tukang gambar, tukang bahan bangunan dan petani? Benarkah? Ataukah hanya menyarukan pekerjaan mereka? kira-kira mereka membawa misi apa dan sebenarnya apa pekerjaan mereka?

Girls~

Empat bersaudara tapi tidak satu keturunan itu sangatlah kompak. Background kisah cinta yang pahit menjadikan persaudaraan mereka semakin erat. Tapi, apa jadinya jika persaudaraan mereka kembali dengan kisah cinta yang baru?

Mereka selalu berujar dalam perkenalannya atau desisannya.

“Kami memang jomblo. Tapi kami BIJI! Bukan Ikatan Jomblo Imut!.”

Right!

Kisah cinta yang berbeda akan saling melengkapi satu sama lain. Akankah berjalan dengan mulus, ataukah akan di hadapkan dengan berbagai masalah?

Gadis itu menatap tajam 3 gadis lain yang duduk di atas sofa. Gadis yang satu itu berdiri dengan sesekali mengusap wajahnya frustasi.

“Shil, apa loe yakin dia gak akan selingkuhin loe lagi?”
“Agni... dia itu...”

Gadis yang berdiri, Agni. Ia memutar bola matanya lalu  menatap tajam ke arah gadis yang duduk dengan tertunduk –Shilla-, tak lama Shilla menengadah menatap sayu ke arah Agni, melawan tatapan tajam yang tak ingin terkalahkan itu.

“Apa? Dia itu baik? Perhatian? Pengertian? Seperti loe bilang saat pertama kali loe kenal mantan brengsek loe itu.”

Agni mengalihkan pandangan pada gadis yang duduk di tengah, gadis dengan rambut pendek sebahunya, Sivia. Kali ini Agni menatap dengan sayu karena ia paling tak bisa membentak Sivia.

“Loe juga Via...”

Agni memelankan nada bicaranya.
“Emang loe yakin dia cowok tulen? Atau ya... seenggaknya bukan cowok yang mau berubah jadi hetero seperti mantan gue itu. Jangan tertipu lagi Via, kesalahan kita dulu jangan sampe terulang.”
“Tapi... dia itu bener-bener...”

Agni mengusap wajahnya, menenangkan dirinya agar lebih tenang.

“Lembut? Ngerti sama mood loe yang selalu berubah-ubah? Dan setelah itu loe tau kalau ternyata pacar loe itu cowok jadi-jadian. Gitu? Apa loe mau nanggung malu lagi di bilang penyuka sesama jenis?.”

Agni mengalihkan pandangan lagi pada Ify yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Agni menarik dan membuang nafas dengan tenang.

“Dan loe Fy! Loe itu paling tua dari kita tapi kenapa loe malah bertekuk lutut sama cowok itu?.”
“Dia itu dewasa...”

Mata Agni berkilat, menjadi tajam kembali.

“Dewasa, kebapak-an dan pengertian!. Hello? Emang loe siap liat kenyataan lagi kalo ternyata dia udah punya istri? Apa mata loe udah ketutup sampe semua cowok loe bilang gitu? Dan kalian semua! Kalian itu kenapa sih? Kok bisa-bisanya langsung kepincut aja. Dan pokoknya gue gak mau tau! Kalian... gak boleh lagi deket-deket sama mereka!”

“Terus, hubungan apa yang pantes ngedeskripsiin loe sama Dokter Patton? Hah?!”

Agni menggeram keras mendengar penuturan Shilla.

“Diam! Loe...”

Agni menunjuk wajah Shilla dengan sebal, kemudian ia menggeram untuk kedua kalinya, lalu beranjak dari kediaman yang sangat mewah itu.

Akankah semuanya baik-baik saja? Dan pada akhirnya Agni mengalah untuk mereka dan menemukan cinta yang sebenarnya?

***

Aku gak tau mau buat yang mana. Liat aja entar ya ada ide nya yang mana. :D

Selamat menunggu... :)

No comments:

Post a Comment