Cerita Pertama.
Title : (Bukan)
Kesalahan! (Sekuel Cowok itu...)
Author : Nenden Siti
Sopiah.
Gadis itu sedikit berpaling bukan tanpa alasan, begitupun
dengan pemuda itu. Mereka menyatu dalam sebuah kebiasaan yang membuat mereka
tak bisa di pisahkan. Meski mereka menyangkal akan rasa masing-masing, tapi tak
jarang salah satu dari mereka tak akan tahan jika harus berjauhan.
“Hon.”
Pemuda itu menjauhkan ponselnya dari telinga lalu memasukan
ponsel itu ke dalam saku kemejanya tanpa mematikan sambungan telepon itu. Ia
berbalik pada pintu kamarnya yang tiba-tiba terbuka oleh ulah seorang gadis.
“Kenapa Bee?.”
“Kenapa gak bilang bulan depan
kita menikah?”
Saat pertunangan yang telah berakhir di paksa harus menjalin
sebuah pernikahan, akankah pernikahan itu dapat di bangun? Dan bagaimanakah
nasib hubungan mereka dengan kekasih mereka masing-masing?
~~~
Cerita Kedua.
Title : Mate
Arrangement! (Sekuel Business Arrangement dan Love Yeah!)
Author : Nenden Siti
Sopiah.
Bagai jaman Siti Nurbaya di era globalisasi ini jika seorang
pemuda masih harus di jodohkan oleh orang tuanya dengan puteri dari sahabat
orang tuanya.
“Ini 2013 Yah! Bagas bisa cari
pasangan Bagas sendiri!.”
Dalam benak pemuda itu ada sepercik pikiran licik. Ia akan membuat
gadis itu membencinya! Sangat membencinya! Akankah itu terjadi?
Pikiran picik itu di lawan oleh pikiran tenang dari sang
gadis. Dalam kepasrahannya ia tak akan pasrah begitu saja pada pemuda yang sama
sekali tak ia kenal.
“Biarkan aku kenal dengannya
dengan caraku Mom, Dad.”
“Kalo kamu gak mau...”
“Aku bakalan lakuin apapun agar
kalian bahagia karena aku Mom.”
Sesuatu yang tak mereka sadari membuat sebuah petaka. Petaka
yang sangat besar. Sebuah keteledoran dan kegegabahan akankah berakhir dengan
kesengsaraan?
Tentang sebuah cerita cinta yang di awali dengan pemaksaan
tentang pasangan hidup. Akankah kali ini berhasil atau justru sebaliknya?
~~~
Cerita Ketiga.
Title : BIJI
in Love
Author : Nenden Siti
Sopiah.
Cats : Karina
Agnira Adelheid, Karina Lifyan Aneesha, Karina Grashilla Darlene, Karina Sivia
Erina, Cakka Abrisam Adhipratama, Mario Virendra Adhipratama, Alvin Sahl
Adhipratama, Gabriel Agenta Adhipratama, Patton Otlivio Adhipratama. (Dan
pemeran baru lainnya.)
Boys~
Sebuah misi besar membawa mereka pada sebuah kenyataan.
Kenyataan menghadapi hidup sebenarnya. Dengan bermodalkan 4K (kecerdasan,
ketampanan, karakter dan kekayaan) akankah mereka menyelesaikan misi tersebut?
“Sebutkan nama dan pekerjaan
kalian.”
Seorang pemuda menjabat tangan gadis di hadapannya yang
memandang begitu dingin.
“Gue Gabriel... gue cuma seorang
pengamen.”
Gabriel tersenyum tipis pada gadis yang tak pernah mengubah
ekspresinya itu.
Seorang pemuda mendekati.
“Gue Cakka... cuma tukang gambar
amatiran.”
Selanjutnya yang mirip sama Cakka mendekat.
“Gue Alvin... tukang meubel, cari
bahan bangunan.”
Dalam hati gadis itu merengut. Lalu mengalihkan pada pemuda
terakhir. Pekerjaan apa lagi dia?
“Gue Mario... bisa di bilang gue
cuma petani biasa.”
Gadis itu terseyum masam.
“Oke! Gue minta... 200Juta buat
ngontrak rumah mewah gue ini selama setahun.”
Keempat pemuda itu tersenyum dengan gaya masing-masing.
Dalam hati mereka... sepertinya misi itu tidak terlalu buruk dan keempatnya
bergumam dalam hati mereka. Gue mau dia
dan dia harus jadi milik gue!
WOW pengamen, tukang
gambar, tukang bahan bangunan dan petani? Benarkah? Ataukah hanya menyarukan
pekerjaan mereka? kira-kira mereka membawa misi apa dan sebenarnya apa
pekerjaan mereka?
Girls~
Empat bersaudara tapi tidak satu keturunan itu sangatlah
kompak. Background kisah cinta yang pahit menjadikan persaudaraan mereka
semakin erat. Tapi, apa jadinya jika persaudaraan mereka kembali dengan kisah
cinta yang baru?
Mereka selalu berujar dalam perkenalannya atau desisannya.
“Kami memang jomblo. Tapi kami
BIJI! Bukan Ikatan Jomblo Imut!.”
Right!
Kisah cinta yang berbeda akan saling melengkapi satu sama
lain. Akankah berjalan dengan mulus, ataukah akan di hadapkan dengan berbagai
masalah?
Gadis itu menatap tajam 3 gadis lain yang duduk di atas
sofa. Gadis yang satu itu berdiri dengan sesekali mengusap wajahnya frustasi.
“Shil, apa loe yakin dia gak akan
selingkuhin loe lagi?”
“Agni... dia itu...”
Gadis yang berdiri, Agni. Ia memutar bola matanya lalu menatap tajam ke arah gadis yang duduk dengan
tertunduk –Shilla-, tak lama Shilla menengadah menatap sayu ke arah Agni,
melawan tatapan tajam yang tak ingin terkalahkan itu.
“Apa? Dia itu baik? Perhatian?
Pengertian? Seperti loe bilang saat pertama kali loe kenal mantan brengsek loe
itu.”
Agni mengalihkan pandangan pada gadis yang duduk di tengah,
gadis dengan rambut pendek sebahunya, Sivia. Kali ini Agni menatap dengan sayu
karena ia paling tak bisa membentak Sivia.
“Loe juga Via...”
Agni memelankan nada bicaranya.
“Emang loe yakin dia cowok tulen?
Atau ya... seenggaknya bukan cowok yang mau berubah jadi hetero seperti mantan
gue itu. Jangan tertipu lagi Via, kesalahan kita dulu jangan sampe terulang.”
“Tapi... dia itu bener-bener...”
Agni mengusap wajahnya, menenangkan dirinya agar lebih
tenang.
“Lembut? Ngerti sama mood loe
yang selalu berubah-ubah? Dan setelah itu loe tau kalau ternyata pacar loe itu
cowok jadi-jadian. Gitu? Apa loe mau nanggung malu lagi di bilang penyuka
sesama jenis?.”
Agni mengalihkan pandangan lagi pada Ify yang menutup
wajahnya dengan kedua tangannya. Agni menarik dan membuang nafas dengan tenang.
“Dan loe Fy! Loe itu paling tua
dari kita tapi kenapa loe malah bertekuk lutut sama cowok itu?.”
“Dia itu dewasa...”
Mata Agni berkilat, menjadi tajam kembali.
“Dewasa, kebapak-an dan
pengertian!. Hello? Emang loe siap liat kenyataan lagi kalo ternyata dia udah
punya istri? Apa mata loe udah ketutup sampe semua cowok loe bilang gitu? Dan
kalian semua! Kalian itu kenapa sih? Kok bisa-bisanya langsung kepincut aja.
Dan pokoknya gue gak mau tau! Kalian... gak boleh lagi deket-deket sama mereka!”
“Terus, hubungan apa yang pantes
ngedeskripsiin loe sama Dokter Patton? Hah?!”
Agni menggeram keras mendengar penuturan Shilla.
“Diam! Loe...”
Agni menunjuk wajah Shilla dengan sebal, kemudian ia
menggeram untuk kedua kalinya, lalu beranjak dari kediaman yang sangat mewah
itu.
Akankah semuanya
baik-baik saja? Dan pada akhirnya Agni mengalah untuk mereka dan menemukan
cinta yang sebenarnya?
***
Aku gak tau mau buat
yang mana. Liat aja entar ya ada ide nya yang mana. :D
Selamat menunggu... :)
No comments:
Post a Comment