Monday, 2 January 2012

Tentang Sesuatu (short story)



Terkadang sesuatu yang di mimpikan itu adalah masa depan, sesuatu yang di khayalkan itu akan jadi nyata. Tetapi ada kalanya sesuatu yang nyata itu hanya impian semata. Percaya atau tidak?

***

“agni”  panggil kiedua pemuda itu.
Gadis yang di panggil hanya berhenti tanpa menoleh kebelakang.
Kedua pemuda itu sama-sama menghela nafas, kemudian saling melirik.
“gue sayang sama loe Agni” ucap kedua pemuda itu, secara refleks keduanya bertatap muka, saling berpandangan tak suka.
‘DEG’ gadis itu terhenyak, kemudian ia berbalik menatap kedua pemuda itu yang masih saling bertatapan.
Kedua pemuda itu menatap agni dengan tatapan saling meyakinkan.
“Ag”panggil seorang pemuda yang baru datang.
Gadis itu beserta kedua pemuda tadi menoleh ke sumber suara.
“aku mau kita balikan”ucapnya.
Gadis itu menahan nafas.
“Agni”panggil seseorang di belakang gadis itu.
“Cakka”desis gadis itu.
“aku ... “

***

KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNGGGGGG..............................

Untuk kesekian kalinya weker itu berbunyi.
“ahhh.... brisik!” gerutu gadis manis itu.

Krrriiiiiiiiing.............. kriiiiiiiiingggggg...................

“berisiiiiiiiiiiiiiikk”teriak agni -gadis itu- sambil terbangun.
Agni menghela nafas panjang. Lalu menepuk-nepuk kedua pipinya.
“yah, mimpi!”ungkapnya kecewa.
Sedetik kemudian ia tersenyum ‘coba dia bener-bener nembak gue’ Agni mengacak-acak rambutnya, ‘hayalan hayalaaannnnn’
Setelah itu, dengan segera ia pun beranjak.

***
Mobil mewah berwarna perak bercorak ungu itu terparkir rapih disebuah parkiran GOR.
Si pemilik mobil hanya diam di dalamnya dengan pintu yang sengaja di buka, sesekali ia melirik ponselnya.
“Shilla mana sih?”gerutunya jengkel.
Ketika hendak mengambil ponselnya seseorang dengan gaya khas nya datang.
“Agni tayoooonngg....”ucapnya.
Agni mendelik ke seumber suara.
“biasa aja boss matanya”sindir shilla
Agni melirik jam tangannya. “15 menit” ucap agni
Gadis itu memamerkan giginya yang terpagar “hehe sorry sorry tadi gue...”
“kesiangan”tebak agni sambil membawa perlengkapan Basketnya dari dalam mobil, kemudian keluar.
“gitu deh”ucap shilla sambil berjalan berdampingan dengan Agni.

Agni dan Shilla dua sahabat yang telah sejak lama bersama, keduanya sama-sama penggila olahraga basket, yang membedakan hanya tingkat kefeminimannya saja. Agni, ia tidak bisa di bilang feminim, tidak juga tomboy, sifatnya yang cuek terkadang membuat ia terlihat tomboy namun kenyataannya ia tetaplah gadis biasa yang dapat menangis jika sedih. Shilla, bisa dibilang feminim banget kalau di luar lapangan, sifatnya yang manja terkadang membuat agni kesal sendiri, bagaimana tidak? Terkadang agni di paksa mengantarnya untuk shopping berjam-jam, nunggu di salon, dan banyak lagi. Tapi meski begitu sahabat tetaplah sahabat.

***

Agni duduk di pinggir lapangan ketika selesai joging selama 30 menit. Tiba-tiba seseorang duduk di samping kiri kanannya. Agni melirik sekilas.
‘DEG’
‘dia’batinnya.
“agni”teriak shilla yang menyadarkan lamunannya.
Dengan cepat Agni pun menghampiri sahabatnya itu.
“cieee....”ucap Shilla.
“apaan sih loe!” sanggah Agni yang kemudian meneguk minumannya.

“KUMPUL”teriak pelatih.

Agni yang hendak dudukpun mengurungkan niatnya, dengan segera ia mendekati pelatih.

“baris empat berbanjar” ucap sang pelatih.
“Ag sini” kata Shilla
Agni menurut dan berbaris di barisan paling depan.
Seseorang menarik bajunya dari arah belakang.
Agni berbalik, “apaan sih nih?” gerutu Agni.
“mundur” ucap orang itu.
“iya Alvin” kata Agni dengan nada yang dibuat buat.
Shilla menatapnya tak suka.
“napa sih liatinnya gitu banget” kata orang yang menarik baju Agni –alvin-
Shillapun mengalihkan pandangannya.
“tenang gue gak akan rebut dia dari loe kok”bisik Agni.
Shilla tersenyum masam.

Setelah rapih barisan “lari cepat dari sini, sampai tiang sana kemudian kembali lagi kesini, mengerti?” sambung sang pelatih.
“barisan pertama, satu... dua... GO”
Agni, Shilla beserta kedua teman yang lainnya berlari dengan sangat cepat, ketika sedang berlari kembali.
“Aaaa....”
‘BRUKK’
Agni tersandung kemudian terjatuh menimpa orang yang berada tepat di depannya. Perlahan ia membuka matanya.
‘cantik’ fikir orang itu.
“al... vin” guman Agni.
“cieeee.....” sorak teman-teman yang lain.
Dengan refleks Agni pun berdiri.
“Sorry” ucap agni sebelum akhirnya menjauh dengan tertatih.
“urwel”ucap alvin dingin. Tapi dalam hatinya siapa yang tau kalau ia tersenyum senang.
Sementara di sudut lain ada yang menatap adegan tadi dengan tatapan tak suka dan penuh amarah.

***

Agni terdiam di depan mobilnya. “bego... bego... duhh... maluuuu... napa ada acara kesandung segala sih? Ahh...”gumannya.
“Ag”sapa seseorang.
Agni mendongakkan kepalanya melihat sumber suara.
“eh... hah... hmmp... hai yo”ucap agni dengan gugup.
“belum pulang?”tanya orang yang di panggil yo itu –rio-
“ehh... ini juga mau, hehe...”jawab Agni polos kemudian dengan segera ia masuk kedalam mobil dan melajukannya.

Rio hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum “lucu”komentarnya.
Tak beda jauh dengan Agni, iapun dengan segera meningalkan tempat itu.

***

Ketika malam datang seperti biasa Agni berdiam diri di balkon kamarnya.
‘tuk’
Seseorang melemparkan kertas, Agni segera membuka kertas itu.
“napa loe cemberut aja, curhat dong” isi surat itu.
Agni bangun dari duduknya, kemudian menatap balkon kamar tetangga yang di sana telah terdapat seorang pemuda yang seperti biasa menemaninya.
“gak ada bosennya ya loe lempar gue”ucap agni dengan nada jengkel. Pemuda itu tersenyum geli menatap agni.
“abisnya loe cemberut aja, kayak cucian belum di setrika loe”ucapnya sambil terus tersenyum.
“CAKKA. Gak usah ketawa lagi deh”ucap agni marah.
“hh... iya iya”kata pemuda itu –cakka- sambil menetralisir dirinya.
“oiya... napa loe cemberut? Gara-gara di putusin sama...”
“iya...” ucap agni dengan lesu.
“emang gimana ceritanya?”tanya cakka.
“jadi gini...”

“aku mau kita putus”ucap pemuda itu tepat di wajah Agni.
“OK! Gak masalah” ucap Agni lalu pergi dengan wajah tanpa  doosanya.
“ohh... sekarang aku tau, kamu emang gak pernah sayang sama aku”teriak pemuda itu.
“lah? Kan kamu sendiri yang minta putus, napa kamu jadi nuduh aku kayak gitu?”ucap Agni tanpa menoleh.
“terus kenapa kamu bisa secuek ini?” tanya pemuda itu mendesak.
“emang kamu maunya gimana? Muluk-muluk?” lagi-lagi agni masih bersikap sama.
“Agni, Aku sebenernya Cuma ngetes, aku masih sayang kamu! Maaf”
“ohh” dengan segera Agnipun pergi tanpa mengindahkan panggilan pemuda itu.

“ohh... jadi gitu, terus kok loe jadi murung sekarang? Move on dong!”ucap cakka.
“ayo dong mana agni yang ceria?”sambung cakka.
“yang bikin gue bete banget bukan karena itu” ucap Agni
“lah? Terus?”tanya cakka
“tadi waktu lari, gue kesandung terus gue nimpa Alvin, aaaaaaaaa...... malu malu maluuuu... mana banyak orang lagi”ucap Agni sambil cemberut
“hahhh” cakka menatap agni tidak percaya, tapi sedetik kemudian ia tertawa terbahak-bahak “ahahaaahaa....  agni agni... sial banget nasib loe”
“CAKKA”
“teledorsih loe”ucap cakka sambil terus tertawa
“CAKKAAAAAAAAAAA.... berhenti gak?”

“WOY BERISIKKKK....” teriak seseorang dari rumah tetangga

Keduanya berpandangan “Ahahahaaaaaha”
“udah Ahh... dah malem, gue tidur duluan ya’ kata agni yang.
“siip... night princess...” ucap cakka dengan sapaan yang seperti biasanya.
“ya prince”

***

Agni menatap Shilla yang menatapnya tajam.
“pagar makan tanaman loe ya, udah tau gue suka sama alvin napa masiih loe deketin juga” ucap Shilla penuh penekanan.
“gue gak ngedeketin Alvin Shill, dia yang ngedeketin gue”sanggah agni
“ohh... gitu?”tanya Shilla sinis
“ya... iya”jawab agni
“napa loe gak berusaha ngejauh? Dasar penghianat” ucap Shilla lalu pergi.
“Shill... Shilla...”

***

“SHILLAAAAAAAAAA..................” agni bangun dari tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal.
“shilla... sorry” guman agni

Agni meraih ponselnya “jam 1”gumannya, lalu ia menghela nafas. Kemudian mengetikan sesuatu pada ponselnya.

***

Dengan seragam yang telah lengkap pagi hari ini Agni brangkat ke sekolah.
“morning mom”sapa Agni pada sang ibu
“morning sayang”kata ibunya seraya tersenyum.
Agni meneguk segelas susu putih kemudian mengambil roti yangtelah di siapkanibunya.
“sarapan dulu sayang”
“gak ahh ma di mobil aja, nanggung Cakka udah nunggu tuh di depan”
“yaudah hati-hati”
“iya mom”kata Agni seraya mencium kedua pipi ibunya itu.

“morning princess”sapa cakka
“morning”kata Agni.
“berangkat?”tanya cakka
“iya”kata Agni kemudian melahap rotinya hingga habis
“gembul juga loe”kata cakka
“biarin”kata Agni dengan cuek. Cakka hanya geleng-geleng kepala saja mentapnya.

***

Agni dan Cakka berjalan di koridor sekolahnya.
“shilla mana Ag? Tumben gak nimbrung”kata Cakka
“tau tuh dari semalam dia emang aneh gitu!” ucap Agni
Cakka menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

“Ag... Agni”panggil seseorang yang kemudian menarik tangan kirinya.
“apaan sih loe? Gak usah pegang-pegang deh!”ucap Agni kesal.
“agni aku mau ngomong bentar sama kamu”
“gak ada yang perlu di omongin lagi, Ok! Urusan kita udah selesai”
Pemuda itu teus menarik paksa Agni.

Cakka tak tinggal diam ia segera menarik tangan Agni yang tadi di tarik pemuda itu.
“bisa gak loe gak kasar sama cewek? GABRIEL!!!”kata cakka dengan penuh penekanan.
“gue gak ada urusan sama loe ya, sorry awas, ag ayo... please!”
“GAK!”kata cakka lalu menarik Agni menjauh dari pemuda itu –gabriel-

***

“gila ya tu anak!”ucap cakka
Agni hanya mengangkat kdua bahunya. Kmudian duduk di bangkunya masing-masing.
“ada apa loe sama cakka kayaknya seru tuh..”kata Shilla yang berada di sebelah Agni.
“biasalah! Hehe...”kata Agni
“napa loe kemaren, ngambek sama gue? Ninggalin lagi, katanya mau bareng!” kata Agni pada Shilla sambil menghadap Shilla secara sempurna.
“gapapa” ucap Shilla singkat karena setelah itu ada guru yang masuk.

***

Pada saat istirahat Agni, Shiila dan Cakka berkumpul di kantin sekolah.
“nonton ya... please, inikan pertandingan Karate pertama gue”ucap cakka memohon pada kedua sahabatnya
“pertama apanya? Yang kemaren-kemaren apa? Hah?”tanya Agni
Cakka menyeringai “ya... hehe... yang kemaren-kemarenkan tingkat SMP”kata cakka
Agni melongos.
“iya cakka iyaa”akhirnya Shilla yang menjawab dengan nada yang sedikit tidak ikhlas. Cakkapun tersenyum.

Agni meraih ponselnya yang tiba-tiba bergetar.

From : Alvin
“siang ini ada acara gak? “

Agni menghela nafas.
“dari siapa Ag?”tanya Shilla
“hah? Mmm... bukan siapa-siapa”jawab agni

To : Alvin
“ada”

“yaudah, dikarenakan gue mau persiapan gue di kasih dispen sama sekolah, gue mau pulang duluan ya... bye” kata Cakka yang kemudian pergi.
“tetep tukang maksa”cibir Shilla
“penyakit bawaan”kata Agni

Ponsel Agni bergetar lagi.

From : alvin     
“apa? Tadinya mau gue ajak nonton pertandingan karate bareng rio juga”

“hah? Petandingan karate”ucap Agni
“napa Ag?”tanya shilla
“mmm... ini Rio ngajakin nonton pertandingan karate, dia juga mau ajak Alvin”
“ohh...”kata shilla

To : Alvin
“gue juga mau nonton pertandingan karate”

From : Alvin
“wah... bareng aja mau gak? Entar pulang sekolah gue jemput loe”

“loe mau bareng gak sama mereka?”jelas dan tanya Agni
“boleh juga, sekalian...” kata shilla menggantung
Agni dan shilla saling tunjuk “NGIRIT ONGKOS, ahahaaahhaa”
“siip lah... gue dealin yaa”
Shilla hanya mengangguk.
                                                                                                                       
To : Alvin
“OK! Tapi gue juga bareng shilla , gak masalahkan?”

From : Alvin
“siip”

“jadiii...” ucap Agni. Shilla tertawa melihat tingkah Agni.

***

Dua buah cagiva yang berwarna merah dan hitam menghampiri Agni dan Shilla yang tengah berdiri di gerbang sekolahnya.
“hey Ag, Shill”kata si pengendara cagiva hitam sambil membuka helm nya.
“eh... hai vin, yo”sapa Agni
“yukk jalan, kalian gak ada yang bawa kendaraankan?”tanya Rio
“gak”kata Shilla
“ag sama siapa??”tanya Alvin
Agni berfikir sejenak “mmm... rio”kata Agni lalu mendekat ke arah rio
Alvin menghela nafas berat.
“yodah, yuk Shill”kata Alvin

Setelah merasa nyaman keempatnya segera menuju tempat yang di tuju.

***

“CAKKAAAAAAA.....” teriak Agni dan Shilla
“semangat...”teriaknya lagi dengan sedikit pelan.
Alvin dan Rio yang telah kembali setelah beli air minumpun duduk lagi. Dengan posisi Rio-Agni-Alvin-Shilla
Shilla yang merasa di kacangin hanya dapat menghela nafas ‘nyesel gue nonton ni pertandingan’gerutunya
“napa shill? Kok diem aja?”tanya Rio
Alvin dan Agni mengalihkan pandangannya pada Shilla.
Shilla tersenyum, “gapapa kok”
‘Cuma kesel aja’ sambung shilla dalam hati

“pemenang pertama Cakka Nuraga dari SMAN 132 Jakarta”

“Yeeeeeeeyyyyyyy....”teriak Agni dan shilla
“HEBAT PRINCE”teriak Agni lagi

Cakka menoleh pada sumber suara kemudian mengacungkan dua jempolnya seraya tersenyum.

“Cowok loe Ag?”tanya Rio
“bukan, dia sahabat gue” ucap Agni tanpa menoleh pada yang bertanya
Rio menganggukan sedikit kepalanya.

***

“please Ag, biarin  alvin buat gue, loe udah punya rio” ucap lirih Shilla
Agni menatap Shilla ragu kemudian tersenyum. Shillapun tersenyum lalu keduanya berpelukan.

***

Agni perlahan membuka matanya.
Ia mengucek-ngucek matanya kemudian menghela nafas, “mimpi lagi” gumannya.

***

Agni dan Shilla kini berada di ruang ganti, agni tengah berganti pakaian karena akan di adakan pertandingan persahabatan antar sekolah.
“Alvin putus tuh Shill sama ceweknya”ujar Agni
“so?”tanya shilla
“ya kan enak gampang ngedeketinnya, lha gue? Belum putus juga dia”ucap Agni kdengan nada kecewa
“emang si Rio belum putus juga? Kok?”tanya Shilla sambil mendekat ke arah Agni.
Agni menggeleng.
“sabar sabar, gue yakin Rio ada rasa tuh sama loe!”

Seseorang yang sejak tadi berada di ambang pintu terkejut, tidak menyangka akan seperti ini.
“io, ngapain disini”sapa seorang gadis
Orang itu tersenyum, “gak ngapa-ngapain, aku nunggu kamu!”ucapnya lalu menggandeng gadis itu.

***

Pemuda itu terlihat termenung, entah telah berapa lama pemuda itu terdiam seperti itu, sampai-sampai gadis yang di hadapannya merengek jengkel.
“RIOOOO”rengeknya
“alvin, rio kenapa?”tanya gadis itu pada pemuda –alvin- di sebelah pemuda itu –rio-
Alvin mengangkat pundaknya tanda tak tau.
“MARIO! Udahlah aku udah gak nyaman sama kamu! Kita putus!”ucap gadis itu
“it’s OK!”kata rio dengan cueknya
“arrrgh”gadis itu pun pergi.
“gokil loe”komentar alvin
Rio tersenyum simpul “gue sebel sama dia, sok ngatur”ucapnya

Kedua gadis yang tak jauh dari sana saling berpandangan, kemudian tersenyum penuh arti.

***

“ahirnya dia putus Kka”ujar Agni
“so?”tanya cakka
Agni enghela nafas, “gue gak tau musti seneng ato gimana”
“hmmp... mending sekarang loe tidur! Gih.”kata cakka
Agni ngangguk “iya kali ya? Hmmp... bye prince night”ucap agni kemudian berlalu memasuki kamarnya.
“night princess... semoga kita bertemu lagi” ujarnya kemudian mendongakkan kepalanya menatap langit hitam yang kelabu.

***

“gue suka sama loe Ag”ujar pemuda itu
Agni mendongakkan kepalanya menatap pemuda itu.

***

“morning mom”sapa agni dengan lesu
“loh anak mom kenapa kok pagi-pagi udah kusut gitu?”tanya mom khawatir
“mimpi buruk mom”ucap agni
“oiya tadi ada surat dari cakka”kata mom sambil memberikan sepucuk surat.
“kok?”ucap agni heran
“katanya dia pamit mau ke semarang buat lanjutan pertandingan.
“serius mom?”tanya agni sambil membuka surat tersebut.

Daer : my princess Agni

Pagi cantik...
Maaf ya pagi ini aku gak jemput kamu buat berangkat bareng, hari ini aku ke semarang, mungkin sampai seminggu lebih.
Maaf juga aku gak ngasih tau kamu sebelumnya, soalnya aku gak tau gimana cara cerita sama kamu, maaf ya aku janji aku gak bakalan kayak gini lagi.
Yaudah ya aku ngantuk nih. Bye princess...
Aku pasti bakalan kangen kamu!

Salam rindu.
Cakka.

“yaudah mom aku berangkatnya naik taksi aja ya”kata Agni dengan lesu.
“loh?  Kenapa gak bawa mobil sayang?”tanya mom
“males mom, yaudah aku berangkat ya?”kata Agni
“hati-hati sayang”
Agni mengangguk mengerti.

***

“ag, cakka ngasih tau loe kalo dia mau ke semarang?”tanya shilla antusias
Agni hanya mengangguk lemah “lewat surat” ujarnya.
“ohh... pantesan semalem dia murung”kata shilla
“emang kenapa?”tanya agni heran
“malem dia nelpon gue”
“oh”agni mengangguk

***

Agni termenung di bangku penonton lapangan basket.
Seseorang duduk di sampingnya.
“kenapa loe?”tanya orang itu
Agni melirik “kok loe bisa ada di sini?”tanya agni
“ya bisa lah... kan jam pelajaran sekolah udah abis”ucapnya
“ohh...”Agni berdiri hendak pergi
“Ag... sebentar”orang itu menarik tangan Agni sambil berdiri
“lepas!”kata Agni
Orang itu melepaskan tangan Agni dari genggamannya.
“sorry”ujarnya
“gue mau bicara penting sama loe Ag”ucapnya
“silahkan, tuan Alvin”kata Agni
Orang itu –alvin- menghela nafas “gue suka sama loe Ag”ucapnya tenang
Agni mendongakkan kepalanya menatap Alvin
“terus?”tanya Agni sedatar mungkin
“mau gak jadi cewek gue?”tanya Alvin penuh keyakinan

Dua orang yang tak jauh dari sana terbelalak kaget, kemudian saling berpandangan.
‘tega loe ag kalo sampe di terima’ujar salah satunya.
Sementara yang satunya lagi menatap Agni dan Alvin dengan tatapan dinginnya.

“emang vin banyak yang suka sama loe, tapi sayangnya gue gak suka sama loe dan gue gak mau nerima loe”kata Agni penuh keyakinan
“kenapa?”tanya Agni
“ya karena gue gak suka sama loe! Banyak yang suka sama loe, cinta ssama loe tulus, napa musti gue sih yang loe tenbak? Ahh elllaaaaaaahhhhhhh.......... bikin ruwet loe”kata Agni
“it’s OK! Gue hargai pendapat loe Ag”ujar Alvin
Agni mengangguk-nganggukkan kapalanya “bagus bagus” ucap Agni

“kenapa musti Agni? Kenapa gak gue vin yang loe tenbak dan loe cintain”ujar salah satu dari orang tadi.
Yang di sebelahnya melirik tak percaya “loe suka sama Alvin Shil?”tanya orang itu pada yang berujar.
Yang di tanya malah pergi “Shil... Shilla”panggil orang itu sambil mengejar Shilla

“Shilla...”suara itu bergema di telinga Agni
“shilla”ujar Agni kemudian melirik ke sumber suara. Ketika hendak pergi tangan Alvin kembali meraih pergelangan tangan Agni.
“ijinin gue jadi sahabat loe”ujar Alvin
Agni ngangguk kemudian berlari menjauh.

***

“gue suka sama Alvin yo, sejak pertama gue ketemu dia”ujar Shilla pada orang tadi –rio-
“loe tau Shil? Terkadang semut di sebrang lautan nampak tapi gajah di pelupuk mata tak terlihat”ucap rio
“maksud loe?”tanya Shilla
“gue yakin di sekitar loe banyak yang suka sama loe karena loe cantik, manis, dan baik. Jadi loe jangan pernah nutup diri loe buat orang lain” kata Rio bijak
Shilla tersenyum “iya yo, mmm.... oiya katanya loe putus ya sama cewek loe? Kenapa?”tanya Shilla.
“gue suka sama cewek lain yang gue tau dia juga suka sama gue”ujar Rio
“pede banget loe”kata Shilla
“serius! Gue pernah denger langsung kok”kata Rio
“siapa yo? Ayooo ngakuuuu”kata shilla sambil menunjuk rio

Seseorang yang melihat itu menghela nafas dalam ‘gue takut itu loe, Shill’ batinnya kemudian pergi.

“ehh... Ag”panggil Shilla saat melihat sahabatnya itu yang tak jauh dari sana.
“gue pulang duluan ya yo... bye”kata Shilla kemudian berlari kearah Agni setelah Anggukan dari Rio.

***

Agni termenung sendiri di balkon kamarnya dengan laptop yang berada di depannya menunggu jawaban panggilan dari cakka.
“hai princess!”sapa cakka di sebrang dengan riang
“hai prince”ucap Agni lesu
“Ag, kenapa? Kok kusut? Ada yang ganggu loe ya?”tanya cakka hawatir.
Agni menggeleng. “di surat aja aku-kamu, ehh... kok sekarang loe-gue”ujar agni namun dapat terdengar oleh cakka.
Cakka tersenyum “kamu kenapa Agni? Cerita dong”kata cakka lembut
Agni menghela nafas kemudian menceritaka kejadian tadi siang.

“jadi menurut kamu Rio suka sama Shilla?”tanya Cakka
Agni mengangguk lemah
“belum tentu sayang, siapa tau kamu yang dia suka”kata cakka menghibur
Agni cemberut, kemudian menghela nafas “amin, semoga aja bener”ujarnya
Cakka tersenyum “nah gitu dong, oiya udahan dulu ya ag udah masuk jadwalnya istirahat nih” ucap cakka
“tapi...”
“besok lagi ya?”kata cakka
Agnipun mengangguk lemah, tanda tak rela.
“senyum dong Ag”pinta cakka
Agni pun memaksakan sedikit senyumnya.
“daaahhh... princess... i miss you”kata cakka
Agni tersenyum lagi “miss you too prince...”kata Agni
Setelah itu cakka menutup koneksinya begitupun agni. Agni menghela nafas kemudian membereskan laptopnya.

***
Beberapa hari agni tak masuk sekolah, karena sakit.
Mungkin ia tertekan dengan pikirannya sendiri.
Namun hari minggu ini agni datang untuk berlatih seperti biasanya.
“Ag, udah sembuh?”tanya Shilla.
“mendingan Shill”kata Agni lalu tersenyum
“gimana loe sama alvin? Udah jadian?”tanya Agni
Shilla menggeleng “mungkin dia emang bukan buat gue Ag”ujarnya
Agni mengelus punggung Shilla “sabar, pasti ada yang lebih baik buat loe”kata Agni mencoba menghibur.

***

Pertengahan latihan semuanya istirahat Agni duduk di pojok sendiri, kemudian seseorang menghampirinya.
“gak usah terlalu capek Ag, ntar loe sakit lagi”kata orang itu
Agni tersenyum “gak kok yo, ini biasa aja”kata Agni meyakinkan
Rio –orang itu- mengangguk-anggukan kepalanya tand amengerti.
Agni terlihat menghela nafas berat “loe kenapa gak nembak Shilla yo?”tanya Agni
Rio yang sedang minumpun tersendak kaget.
“duhh sorry, gue gak maksud...”
“gapapa kok ag”kata rio kemudian beranjak, seolah menghindari pembicaraan itu.

***

Agni berjalan keluar dari GOR itu dengan tergesa. Ia sungguh tak habis pikir kenapa tadi ia berbicara seperti itu pada Rio. Dan barusan ia mendengar penuturan yang tak mengenakkan, penuturan yang ‘mingkin’ sangat buruk.

“Shill... “kata Rio sambil menari tangan Shilla
Agni yang melihatnya sediki berhenti dan bersenbunyi di balik pintu.
“apa?”tanya Shilla heran.
“gue sayang sama...”
Agni menutup kupingnya kemudian berjalan keluar dari GOR itu dengan tergesa.

“agni”  panggil kedua pemuda itu. ‘hah? Suara alvin rio’batin agni.
 yang di panggil hanya berhenti tanpa menoleh kebelakang.
Kedua pemuda itu sama-sama menghela nafas, kemudian saling melirik.
“gue sayang sama loe Agni” ucap kedua pemuda itu, secara refleks keduanya bertatap muka, saling berpandangan tak suka.
‘DEG’ gadis itu terhenyak, kemudian ia berbalik menatap kedua pemuda itu yang masih saling bertatapan.
‘jangan... jangan... mimpi itu’ agni menggeleng lemah.
Kedua pemuda itu menatap agni dengan tatapan saling meyakinkan.
“Ag”panggil seorang pemuda yang baru datang.
agni itu beserta kedua pemuda tadi –rio alvin- menoleh ke sumber suara.
“aku mau kita balikan”ucapnya.
Gadis itu menahan nafas. ‘tuhh... cakka... help me...’ agni menggeleng lemah ‘cakka gak di jakarta ag’batinnya.
“Agni”panggil seseorang di belakang gadis itu.
“Cakka”desis gadis itu.
“aku ... “

***

 Agni p.o.v

Percaya? Mimpi itu jadi nyatakan? Tapi untungnya mimpi buruk ku dengan shilla gak terwujud. Ato belum? Ntahlah ku harap itu tak akan pernah terjadi pada persahabatanku.
Dan kenyataan tapi ternyata hanya hayalanku saja? Kenyataan yang ku lihat ternyata itu Cuma mimpi. Karena ternyata riopun nembak. Ku kira ia suka sama shilla, tapi... ntahlah ^_^

***

Agni memejamkan matanya ‘jangan bilang cakka mau nembak gue’ batin agni
“aku mau jemput kamu, tadi kata tante kamu gak bawa mobil dan katanya kamu sakit, aku jadi hawatir”tutur cakka
Agni menghela nafas lega, kemudian berbalik pada cakka lalu memeluk pemuda itu.
Pandangan tak rela terpancar dari kketiga pasang mata lain.
“ag.. agni”cakka menepuk-nepuk pipi agni
Cakka panik “ag, bangun ag...”kata cakka
Ketiga pemuda tadipun ikut panik lalu membopong agni kedalam mobil cakka.


End.


No comments:

Post a Comment