Terkadang sesuatu yang di mimpikan
itu adalah masa depan, sesuatu yang di khayalkan itu akan jadi nyata. Tetapi
ada kalanya sesuatu yang nyata itu hanya impian semata. Percaya atau tidak?
***
“agni” panggil kiedua pemuda itu.
Gadis yang di panggil hanya berhenti
tanpa menoleh kebelakang.
Kedua pemuda itu sama-sama menghela
nafas, kemudian saling melirik.
“gue sayang sama loe Agni” ucap kedua
pemuda itu, secara refleks keduanya bertatap muka, saling berpandangan tak
suka.
‘DEG’ gadis itu terhenyak, kemudian
ia berbalik menatap kedua pemuda itu yang masih saling bertatapan.
Kedua pemuda itu menatap agni dengan
tatapan saling meyakinkan.
“Ag”panggil seorang pemuda yang baru
datang.
Gadis itu beserta kedua pemuda tadi
menoleh ke sumber suara.
“aku mau kita balikan”ucapnya.
Gadis itu menahan nafas.
“Agni”panggil seseorang di belakang
gadis itu.
“Cakka”desis gadis itu.
“aku ... “
***
KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNGGGGGG..............................
Untuk kesekian kalinya weker itu
berbunyi.
“ahhh.... brisik!” gerutu gadis manis
itu.
Krrriiiiiiiiing..............
kriiiiiiiiingggggg...................
“berisiiiiiiiiiiiiiikk”teriak agni
-gadis itu- sambil terbangun.
Agni menghela nafas panjang. Lalu
menepuk-nepuk kedua pipinya.
“yah, mimpi!”ungkapnya kecewa.
Sedetik kemudian ia tersenyum ‘coba
dia bener-bener nembak gue’ Agni mengacak-acak rambutnya, ‘hayalan
hayalaaannnnn’
Setelah itu, dengan segera ia pun
beranjak.
***
Mobil mewah berwarna perak bercorak
ungu itu terparkir rapih disebuah parkiran GOR.
Si pemilik mobil hanya diam di
dalamnya dengan pintu yang sengaja di buka, sesekali ia melirik ponselnya.
“Shilla mana sih?”gerutunya jengkel.
Ketika hendak mengambil ponselnya
seseorang dengan gaya khas nya datang.
“Agni tayoooonngg....”ucapnya.
Agni mendelik ke seumber suara.
“biasa aja boss matanya”sindir shilla
Agni melirik jam tangannya. “15
menit” ucap agni
Gadis itu memamerkan giginya yang
terpagar “hehe sorry sorry tadi gue...”
“kesiangan”tebak agni sambil membawa
perlengkapan Basketnya dari dalam mobil, kemudian keluar.
“gitu deh”ucap shilla sambil berjalan
berdampingan dengan Agni.
Agni dan Shilla dua sahabat yang
telah sejak lama bersama, keduanya sama-sama penggila olahraga basket, yang
membedakan hanya tingkat kefeminimannya saja. Agni, ia tidak bisa di bilang
feminim, tidak juga tomboy, sifatnya yang cuek terkadang membuat ia terlihat
tomboy namun kenyataannya ia tetaplah gadis biasa yang dapat menangis jika
sedih. Shilla, bisa dibilang feminim banget kalau di luar lapangan, sifatnya
yang manja terkadang membuat agni kesal sendiri, bagaimana tidak? Terkadang
agni di paksa mengantarnya untuk shopping berjam-jam, nunggu di salon, dan
banyak lagi. Tapi meski begitu sahabat tetaplah sahabat.
***
Agni duduk di pinggir lapangan ketika
selesai joging selama 30 menit. Tiba-tiba seseorang duduk di samping kiri
kanannya. Agni melirik sekilas.
‘DEG’
‘dia’batinnya.
“agni”teriak shilla yang menyadarkan
lamunannya.
Dengan cepat Agni pun menghampiri
sahabatnya itu.
“cieee....”ucap Shilla.
“apaan sih loe!” sanggah Agni yang
kemudian meneguk minumannya.
“KUMPUL”teriak pelatih.
Agni yang hendak dudukpun
mengurungkan niatnya, dengan segera ia mendekati pelatih.
“baris empat berbanjar” ucap sang
pelatih.
“Ag sini” kata Shilla
Agni menurut dan berbaris di barisan
paling depan.
Seseorang menarik bajunya dari arah
belakang.
Agni berbalik, “apaan sih nih?”
gerutu Agni.
“mundur” ucap orang itu.
“iya Alvin” kata Agni dengan nada
yang dibuat buat.
Shilla menatapnya tak suka.
“napa sih liatinnya gitu banget” kata
orang yang menarik baju Agni –alvin-
Shillapun mengalihkan pandangannya.
“tenang gue gak akan rebut dia dari
loe kok”bisik Agni.
Shilla tersenyum masam.
Setelah rapih barisan “lari cepat
dari sini, sampai tiang sana kemudian kembali lagi kesini, mengerti?” sambung
sang pelatih.
“barisan pertama, satu... dua... GO”
Agni, Shilla beserta kedua teman yang
lainnya berlari dengan sangat cepat, ketika sedang berlari kembali.
“Aaaa....”
‘BRUKK’
Agni tersandung kemudian terjatuh
menimpa orang yang berada tepat di depannya. Perlahan ia membuka matanya.
‘cantik’ fikir orang itu.
“al... vin” guman Agni.
“cieeee.....” sorak teman-teman yang
lain.
Dengan refleks Agni pun berdiri.
“Sorry” ucap agni sebelum akhirnya
menjauh dengan tertatih.
“urwel”ucap alvin dingin. Tapi dalam
hatinya siapa yang tau kalau ia tersenyum senang.
Sementara di sudut lain ada yang
menatap adegan tadi dengan tatapan tak suka dan penuh amarah.
***
Agni terdiam di depan mobilnya.
“bego... bego... duhh... maluuuu... napa ada acara kesandung segala sih?
Ahh...”gumannya.
“Ag”sapa seseorang.
Agni mendongakkan kepalanya melihat
sumber suara.
“eh... hah... hmmp... hai yo”ucap
agni dengan gugup.
“belum pulang?”tanya orang yang di
panggil yo itu –rio-
“ehh... ini juga mau, hehe...”jawab Agni
polos kemudian dengan segera ia masuk kedalam mobil dan melajukannya.
Rio hanya geleng-geleng kepala sambil
tersenyum “lucu”komentarnya.
Tak beda jauh dengan Agni, iapun
dengan segera meningalkan tempat itu.
***
Ketika malam datang seperti biasa Agni
berdiam diri di balkon kamarnya.
‘tuk’
Seseorang melemparkan kertas, Agni
segera membuka kertas itu.
“napa loe cemberut aja, curhat dong”
isi surat itu.
Agni bangun dari duduknya, kemudian
menatap balkon kamar tetangga yang di sana telah terdapat seorang pemuda yang
seperti biasa menemaninya.
“gak ada bosennya ya loe lempar
gue”ucap agni dengan nada jengkel. Pemuda itu tersenyum geli menatap agni.
“abisnya loe cemberut aja, kayak
cucian belum di setrika loe”ucapnya sambil terus tersenyum.
“CAKKA. Gak usah ketawa lagi deh”ucap
agni marah.
“hh... iya iya”kata pemuda itu
–cakka- sambil menetralisir dirinya.
“oiya... napa loe cemberut? Gara-gara
di putusin sama...”
“iya...” ucap agni dengan lesu.
“emang gimana ceritanya?”tanya cakka.
“jadi gini...”
“aku mau kita putus”ucap pemuda itu
tepat di wajah Agni.
“OK! Gak masalah” ucap Agni lalu
pergi dengan wajah tanpa doosanya.
“ohh... sekarang aku tau, kamu emang
gak pernah sayang sama aku”teriak pemuda itu.
“lah? Kan kamu sendiri yang minta
putus, napa kamu jadi nuduh aku kayak gitu?”ucap Agni tanpa menoleh.
“terus kenapa kamu bisa secuek ini?”
tanya pemuda itu mendesak.
“emang kamu maunya gimana?
Muluk-muluk?” lagi-lagi agni masih bersikap sama.
“Agni, Aku sebenernya Cuma ngetes,
aku masih sayang kamu! Maaf”
“ohh” dengan segera Agnipun pergi
tanpa mengindahkan panggilan pemuda itu.
“ohh... jadi gitu, terus kok loe jadi
murung sekarang? Move on dong!”ucap cakka.
“ayo dong mana agni yang
ceria?”sambung cakka.
“yang bikin gue bete banget bukan
karena itu” ucap Agni
“lah? Terus?”tanya cakka
“tadi waktu lari, gue kesandung terus
gue nimpa Alvin, aaaaaaaaa...... malu malu maluuuu... mana banyak orang
lagi”ucap Agni sambil cemberut
“hahhh” cakka menatap agni tidak
percaya, tapi sedetik kemudian ia tertawa terbahak-bahak “ahahaaahaa.... agni agni... sial banget nasib loe”
“CAKKA”
“teledorsih loe”ucap cakka sambil
terus tertawa
“CAKKAAAAAAAAAAA.... berhenti gak?”
“WOY BERISIKKKK....” teriak seseorang
dari rumah tetangga
Keduanya berpandangan “Ahahahaaaaaha”
“udah Ahh... dah malem, gue tidur
duluan ya’ kata agni yang.
“siip... night princess...” ucap
cakka dengan sapaan yang seperti biasanya.
“ya prince”
***
Agni menatap Shilla yang menatapnya
tajam.
“pagar makan tanaman loe ya, udah tau
gue suka sama alvin napa masiih loe deketin juga” ucap Shilla penuh penekanan.
“gue gak ngedeketin Alvin Shill, dia
yang ngedeketin gue”sanggah agni
“ohh... gitu?”tanya Shilla sinis
“ya... iya”jawab agni
“napa loe gak berusaha ngejauh? Dasar
penghianat” ucap Shilla lalu pergi.
“Shill... Shilla...”
***
“SHILLAAAAAAAAAA..................”
agni bangun dari tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal.
“shilla... sorry” guman agni
Agni meraih ponselnya “jam
1”gumannya, lalu ia menghela nafas. Kemudian mengetikan sesuatu pada ponselnya.
***
Dengan seragam yang telah lengkap
pagi hari ini Agni brangkat ke sekolah.
“morning mom”sapa Agni pada sang ibu
“morning sayang”kata ibunya seraya
tersenyum.
Agni meneguk segelas susu putih
kemudian mengambil roti yangtelah di siapkanibunya.
“sarapan dulu sayang”
“gak ahh ma di mobil aja, nanggung
Cakka udah nunggu tuh di depan”
“yaudah hati-hati”
“iya mom”kata Agni seraya mencium
kedua pipi ibunya itu.
“morning princess”sapa cakka
“morning”kata Agni.
“berangkat?”tanya cakka
“iya”kata Agni kemudian melahap
rotinya hingga habis
“gembul juga loe”kata cakka
“biarin”kata Agni dengan cuek. Cakka
hanya geleng-geleng kepala saja mentapnya.
***
Agni dan Cakka berjalan di koridor
sekolahnya.
“shilla mana Ag? Tumben gak
nimbrung”kata Cakka
“tau tuh dari semalam dia emang aneh
gitu!” ucap Agni
Cakka menganggukkan kepalanya tanda
mengerti.
“Ag... Agni”panggil seseorang yang
kemudian menarik tangan kirinya.
“apaan sih loe? Gak usah
pegang-pegang deh!”ucap Agni kesal.
“agni aku mau ngomong bentar sama
kamu”
“gak ada yang perlu di omongin lagi,
Ok! Urusan kita udah selesai”
Pemuda itu teus menarik paksa Agni.
Cakka tak tinggal diam ia segera
menarik tangan Agni yang tadi di tarik pemuda itu.
“bisa gak loe gak kasar sama cewek?
GABRIEL!!!”kata cakka dengan penuh penekanan.
“gue gak ada urusan sama loe ya,
sorry awas, ag ayo... please!”
“GAK!”kata cakka lalu menarik Agni
menjauh dari pemuda itu –gabriel-
***
“gila ya tu anak!”ucap cakka
Agni hanya mengangkat kdua bahunya.
Kmudian duduk di bangkunya masing-masing.
“ada apa loe sama cakka kayaknya seru
tuh..”kata Shilla yang berada di sebelah Agni.
“biasalah! Hehe...”kata Agni
“napa loe kemaren, ngambek sama gue?
Ninggalin lagi, katanya mau bareng!” kata Agni pada Shilla sambil menghadap
Shilla secara sempurna.
“gapapa” ucap Shilla singkat karena
setelah itu ada guru yang masuk.
***
Pada saat istirahat Agni, Shiila dan
Cakka berkumpul di kantin sekolah.
“nonton ya... please, inikan
pertandingan Karate pertama gue”ucap cakka memohon pada kedua sahabatnya
“pertama apanya? Yang kemaren-kemaren
apa? Hah?”tanya Agni
Cakka menyeringai “ya... hehe... yang
kemaren-kemarenkan tingkat SMP”kata cakka
Agni melongos.
“iya cakka iyaa”akhirnya Shilla yang
menjawab dengan nada yang sedikit tidak ikhlas. Cakkapun tersenyum.
Agni meraih ponselnya yang tiba-tiba
bergetar.
From :
Alvin
“siang
ini ada acara gak? “
Agni menghela nafas.
“dari siapa Ag?”tanya Shilla
“hah? Mmm... bukan siapa-siapa”jawab agni
To : Alvin
“ada”
“yaudah, dikarenakan gue mau persiapan gue di
kasih dispen sama sekolah, gue mau pulang duluan ya... bye” kata Cakka yang
kemudian pergi.
“tetep tukang maksa”cibir Shilla
“penyakit bawaan”kata Agni
Ponsel Agni bergetar lagi.
From : alvin
“apa? Tadinya mau
gue ajak nonton pertandingan karate bareng rio juga”
“hah? Petandingan karate”ucap Agni
“napa Ag?”tanya shilla
“mmm... ini Rio ngajakin nonton pertandingan
karate, dia juga mau ajak Alvin”
“ohh...”kata shilla
To : Alvin
“gue juga mau
nonton pertandingan karate”
From : Alvin
“wah... bareng
aja mau gak? Entar pulang sekolah gue jemput loe”
“loe mau bareng gak sama mereka?”jelas dan
tanya Agni
“boleh juga, sekalian...” kata shilla
menggantung
Agni dan shilla saling tunjuk “NGIRIT ONGKOS,
ahahaaahhaa”
“siip lah... gue dealin yaa”
Shilla hanya mengangguk.
To : Alvin
“OK! Tapi gue
juga bareng shilla , gak masalahkan?”
From : Alvin
“siip”
“jadiii...” ucap Agni. Shilla tertawa
melihat tingkah Agni.
***
Dua buah cagiva yang berwarna merah
dan hitam menghampiri Agni dan Shilla yang tengah berdiri di gerbang
sekolahnya.
“hey Ag, Shill”kata si pengendara
cagiva hitam sambil membuka helm nya.
“eh... hai vin, yo”sapa Agni
“yukk jalan, kalian gak ada yang bawa
kendaraankan?”tanya Rio
“gak”kata Shilla
“ag sama siapa??”tanya Alvin
Agni berfikir sejenak “mmm... rio”kata
Agni lalu mendekat ke arah rio
Alvin menghela nafas berat.
“yodah, yuk Shill”kata Alvin
Setelah merasa nyaman keempatnya
segera menuju tempat yang di tuju.
***
“CAKKAAAAAAA.....” teriak Agni dan
Shilla
“semangat...”teriaknya lagi dengan
sedikit pelan.
Alvin dan Rio yang telah kembali
setelah beli air minumpun duduk lagi. Dengan posisi Rio-Agni-Alvin-Shilla
Shilla yang merasa di kacangin hanya
dapat menghela nafas ‘nyesel gue nonton ni pertandingan’gerutunya
“napa shill? Kok diem aja?”tanya Rio
Alvin dan Agni mengalihkan
pandangannya pada Shilla.
Shilla tersenyum, “gapapa kok”
‘Cuma kesel aja’ sambung shilla dalam
hati
“pemenang pertama Cakka Nuraga dari
SMAN 132 Jakarta”
“Yeeeeeeeyyyyyyy....”teriak Agni dan
shilla
“HEBAT PRINCE”teriak Agni lagi
Cakka menoleh pada sumber suara
kemudian mengacungkan dua jempolnya seraya tersenyum.
“Cowok loe Ag?”tanya Rio
“bukan, dia sahabat gue” ucap Agni
tanpa menoleh pada yang bertanya
Rio menganggukan sedikit kepalanya.
***
“please Ag, biarin alvin buat gue, loe udah punya rio” ucap
lirih Shilla
Agni menatap Shilla ragu kemudian
tersenyum. Shillapun tersenyum lalu keduanya berpelukan.
***
Agni perlahan membuka matanya.
Ia mengucek-ngucek matanya kemudian
menghela nafas, “mimpi lagi” gumannya.
***
Agni dan Shilla kini berada di ruang
ganti, agni tengah berganti pakaian karena akan di adakan pertandingan
persahabatan antar sekolah.
“Alvin putus tuh Shill sama
ceweknya”ujar Agni
“so?”tanya shilla
“ya kan enak gampang ngedeketinnya,
lha gue? Belum putus juga dia”ucap Agni kdengan nada kecewa
“emang si Rio belum putus juga?
Kok?”tanya Shilla sambil mendekat ke arah Agni.
Agni menggeleng.
“sabar sabar, gue yakin Rio ada rasa
tuh sama loe!”
Seseorang yang sejak tadi berada di
ambang pintu terkejut, tidak menyangka akan seperti ini.
“io, ngapain disini”sapa seorang gadis
Orang itu tersenyum, “gak
ngapa-ngapain, aku nunggu kamu!”ucapnya lalu menggandeng gadis itu.
***
Pemuda itu terlihat termenung, entah
telah berapa lama pemuda itu terdiam seperti itu, sampai-sampai gadis yang di hadapannya
merengek jengkel.
“RIOOOO”rengeknya
“alvin, rio kenapa?”tanya gadis itu
pada pemuda –alvin- di sebelah pemuda itu –rio-
Alvin mengangkat pundaknya tanda tak
tau.
“MARIO! Udahlah aku udah gak nyaman
sama kamu! Kita putus!”ucap gadis itu
“it’s OK!”kata rio dengan cueknya
“arrrgh”gadis itu pun pergi.
“gokil loe”komentar alvin
Rio tersenyum simpul “gue sebel sama
dia, sok ngatur”ucapnya
Kedua gadis yang tak jauh dari sana
saling berpandangan, kemudian tersenyum penuh arti.
***
“ahirnya dia putus Kka”ujar Agni
“so?”tanya cakka
Agni enghela nafas, “gue gak tau musti
seneng ato gimana”
“hmmp... mending sekarang loe tidur!
Gih.”kata cakka
Agni ngangguk “iya kali ya? Hmmp...
bye prince night”ucap agni kemudian berlalu memasuki kamarnya.
“night princess... semoga kita bertemu
lagi” ujarnya kemudian mendongakkan kepalanya menatap langit hitam yang kelabu.
***
“gue suka sama loe Ag”ujar pemuda itu
Agni mendongakkan kepalanya menatap
pemuda itu.
***
“morning mom”sapa agni dengan lesu
“loh anak mom kenapa kok pagi-pagi
udah kusut gitu?”tanya mom khawatir
“mimpi buruk mom”ucap agni
“oiya tadi ada surat dari cakka”kata
mom sambil memberikan sepucuk surat.
“kok?”ucap agni heran
“katanya dia pamit mau ke semarang
buat lanjutan pertandingan.
“serius mom?”tanya agni sambil membuka
surat tersebut.
Daer : my
princess Agni
Pagi cantik...
Maaf ya pagi ini
aku gak jemput kamu buat berangkat bareng, hari ini aku ke semarang, mungkin
sampai seminggu lebih.
Maaf juga aku gak
ngasih tau kamu sebelumnya, soalnya aku gak tau gimana cara cerita sama kamu,
maaf ya aku janji aku gak bakalan kayak gini lagi.
Yaudah ya aku
ngantuk nih. Bye princess...
Aku pasti bakalan
kangen kamu!
Salam rindu.
Cakka.
“yaudah mom aku berangkatnya naik
taksi aja ya”kata Agni dengan lesu.
“loh?
Kenapa gak bawa mobil sayang?”tanya mom
“males mom, yaudah aku berangkat
ya?”kata Agni
“hati-hati sayang”
Agni mengangguk mengerti.
***
“ag, cakka ngasih tau loe kalo dia mau
ke semarang?”tanya shilla antusias
Agni hanya mengangguk lemah “lewat
surat” ujarnya.
“ohh... pantesan semalem dia
murung”kata shilla
“emang kenapa?”tanya agni heran
“malem dia nelpon gue”
“oh”agni mengangguk
***
Agni termenung di bangku penonton
lapangan basket.
Seseorang duduk di sampingnya.
“kenapa loe?”tanya orang itu
Agni melirik “kok loe bisa ada di
sini?”tanya agni
“ya bisa lah... kan jam pelajaran
sekolah udah abis”ucapnya
“ohh...”Agni berdiri hendak pergi
“Ag... sebentar”orang itu menarik
tangan Agni sambil berdiri
“lepas!”kata Agni
Orang itu melepaskan tangan Agni dari
genggamannya.
“sorry”ujarnya
“gue mau bicara penting sama loe
Ag”ucapnya
“silahkan, tuan Alvin”kata Agni
Orang itu –alvin- menghela nafas “gue
suka sama loe Ag”ucapnya tenang
Agni mendongakkan kepalanya menatap
Alvin
“terus?”tanya Agni sedatar mungkin
“mau gak jadi cewek gue?”tanya Alvin
penuh keyakinan
Dua orang yang tak jauh dari sana
terbelalak kaget, kemudian saling berpandangan.
‘tega loe ag kalo sampe di terima’ujar
salah satunya.
Sementara yang satunya lagi menatap
Agni dan Alvin dengan tatapan dinginnya.
“emang vin banyak yang suka sama loe,
tapi sayangnya gue gak suka sama loe dan gue gak mau nerima loe”kata Agni penuh
keyakinan
“kenapa?”tanya Agni
“ya karena gue gak suka sama loe!
Banyak yang suka sama loe, cinta ssama loe tulus, napa musti gue sih yang loe
tenbak? Ahh elllaaaaaaahhhhhhh.......... bikin ruwet loe”kata Agni
“it’s OK! Gue hargai pendapat loe
Ag”ujar Alvin
Agni mengangguk-nganggukkan kapalanya
“bagus bagus” ucap Agni
“kenapa musti Agni? Kenapa gak gue vin
yang loe tenbak dan loe cintain”ujar salah satu dari orang tadi.
Yang di sebelahnya melirik tak percaya
“loe suka sama Alvin Shil?”tanya orang itu pada yang berujar.
Yang di tanya malah pergi “Shil...
Shilla”panggil orang itu sambil mengejar Shilla
“Shilla...”suara itu bergema di telinga
Agni
“shilla”ujar Agni kemudian melirik ke
sumber suara. Ketika hendak pergi tangan Alvin kembali meraih pergelangan
tangan Agni.
“ijinin gue jadi sahabat loe”ujar
Alvin
Agni ngangguk kemudian berlari
menjauh.
***
“gue suka sama Alvin yo, sejak pertama
gue ketemu dia”ujar Shilla pada orang tadi –rio-
“loe tau Shil? Terkadang semut di
sebrang lautan nampak tapi gajah di pelupuk mata tak terlihat”ucap rio
“maksud loe?”tanya Shilla
“gue yakin di sekitar loe banyak yang
suka sama loe karena loe cantik, manis, dan baik. Jadi loe jangan pernah nutup
diri loe buat orang lain” kata Rio bijak
Shilla tersenyum “iya yo, mmm.... oiya
katanya loe putus ya sama cewek loe? Kenapa?”tanya Shilla.
“gue suka sama cewek lain yang gue tau
dia juga suka sama gue”ujar Rio
“pede banget loe”kata Shilla
“serius! Gue pernah denger langsung
kok”kata Rio
“siapa yo? Ayooo ngakuuuu”kata shilla
sambil menunjuk rio
Seseorang yang melihat itu menghela
nafas dalam ‘gue takut itu loe, Shill’ batinnya kemudian pergi.
“ehh... Ag”panggil Shilla saat melihat
sahabatnya itu yang tak jauh dari sana.
“gue pulang duluan ya yo... bye”kata
Shilla kemudian berlari kearah Agni setelah Anggukan dari Rio.
***
Agni termenung sendiri di balkon
kamarnya dengan laptop yang berada di depannya menunggu jawaban panggilan dari
cakka.
“hai princess!”sapa cakka di sebrang
dengan riang
“hai prince”ucap Agni lesu
“Ag, kenapa? Kok kusut? Ada yang
ganggu loe ya?”tanya cakka hawatir.
Agni menggeleng. “di surat aja
aku-kamu, ehh... kok sekarang loe-gue”ujar agni namun dapat terdengar oleh
cakka.
Cakka tersenyum “kamu kenapa Agni?
Cerita dong”kata cakka lembut
Agni menghela nafas kemudian
menceritaka kejadian tadi siang.
“jadi menurut kamu Rio suka sama
Shilla?”tanya Cakka
Agni mengangguk lemah
“belum tentu sayang, siapa tau kamu
yang dia suka”kata cakka menghibur
Agni cemberut, kemudian menghela nafas
“amin, semoga aja bener”ujarnya
Cakka tersenyum “nah gitu dong, oiya
udahan dulu ya ag udah masuk jadwalnya istirahat nih” ucap cakka
“tapi...”
“besok lagi ya?”kata cakka
Agnipun mengangguk lemah, tanda tak
rela.
“senyum dong Ag”pinta cakka
Agni pun memaksakan sedikit senyumnya.
“daaahhh... princess... i miss
you”kata cakka
Agni tersenyum lagi “miss you too
prince...”kata Agni
Setelah itu cakka menutup koneksinya
begitupun agni. Agni menghela nafas kemudian membereskan laptopnya.
***
Beberapa hari agni tak masuk sekolah,
karena sakit.
Mungkin ia tertekan dengan pikirannya
sendiri.
Namun hari minggu ini agni datang
untuk berlatih seperti biasanya.
“Ag, udah sembuh?”tanya Shilla.
“mendingan Shill”kata Agni lalu
tersenyum
“gimana loe sama alvin? Udah
jadian?”tanya Agni
Shilla menggeleng “mungkin dia emang
bukan buat gue Ag”ujarnya
Agni mengelus punggung Shilla “sabar,
pasti ada yang lebih baik buat loe”kata Agni mencoba menghibur.
***
Pertengahan latihan semuanya istirahat
Agni duduk di pojok sendiri, kemudian seseorang menghampirinya.
“gak usah terlalu capek Ag, ntar loe
sakit lagi”kata orang itu
Agni tersenyum “gak kok yo, ini biasa
aja”kata Agni meyakinkan
Rio –orang itu- mengangguk-anggukan
kepalanya tand amengerti.
Agni terlihat menghela nafas berat
“loe kenapa gak nembak Shilla yo?”tanya Agni
Rio yang sedang minumpun tersendak
kaget.
“duhh sorry, gue gak maksud...”
“gapapa kok ag”kata rio kemudian
beranjak, seolah menghindari pembicaraan itu.
***
Agni berjalan keluar dari GOR itu
dengan tergesa. Ia sungguh tak habis pikir kenapa tadi ia berbicara seperti itu
pada Rio. Dan barusan ia mendengar penuturan yang tak mengenakkan, penuturan
yang ‘mingkin’ sangat buruk.
“Shill... “kata Rio sambil menari
tangan Shilla
Agni yang melihatnya sediki berhenti
dan bersenbunyi di balik pintu.
“apa?”tanya Shilla heran.
“gue sayang sama...”
Agni menutup kupingnya kemudian
berjalan keluar dari GOR itu dengan tergesa.
“agni” panggil kedua pemuda itu. ‘hah? Suara alvin
rio’batin agni.
yang di panggil hanya berhenti tanpa menoleh
kebelakang.
Kedua pemuda itu sama-sama menghela
nafas, kemudian saling melirik.
“gue sayang sama loe Agni” ucap kedua
pemuda itu, secara refleks keduanya bertatap muka, saling berpandangan tak
suka.
‘DEG’ gadis itu terhenyak, kemudian
ia berbalik menatap kedua pemuda itu yang masih saling bertatapan.
‘jangan... jangan... mimpi itu’ agni
menggeleng lemah.
Kedua pemuda itu menatap agni dengan
tatapan saling meyakinkan.
“Ag”panggil seorang pemuda yang baru
datang.
agni itu beserta kedua pemuda tadi –rio
alvin- menoleh ke sumber suara.
“aku mau kita balikan”ucapnya.
Gadis itu menahan nafas. ‘tuhh...
cakka... help me...’ agni menggeleng lemah ‘cakka gak di jakarta ag’batinnya.
“Agni”panggil seseorang di belakang
gadis itu.
“Cakka”desis gadis itu.
“aku ... “
***
Agni p.o.v
Percaya? Mimpi itu jadi nyatakan? Tapi
untungnya mimpi buruk ku dengan shilla gak terwujud. Ato belum? Ntahlah ku
harap itu tak akan pernah terjadi pada persahabatanku.
Dan kenyataan tapi ternyata hanya
hayalanku saja? Kenyataan yang ku lihat ternyata itu Cuma mimpi. Karena ternyata
riopun nembak. Ku kira ia suka sama shilla, tapi... ntahlah ^_^
***
Agni memejamkan matanya ‘jangan
bilang cakka mau nembak gue’ batin agni
“aku mau jemput kamu, tadi kata tante
kamu gak bawa mobil dan katanya kamu sakit, aku jadi hawatir”tutur cakka
Agni menghela nafas lega, kemudian
berbalik pada cakka lalu memeluk pemuda itu.
Pandangan tak rela terpancar dari
kketiga pasang mata lain.
“ag.. agni”cakka menepuk-nepuk pipi
agni
Cakka panik “ag, bangun ag...”kata
cakka
Ketiga pemuda tadipun ikut panik lalu
membopong agni kedalam mobil cakka.
End.
No comments:
Post a Comment