Monday, 28 September 2015

Secret Relation



Chapter 1
Sarang

***

“Aku akan menyiapkan makan malam, mandilah Ji Hyo-ya.” ucap Jong Kook begitu keduanya memasuki apartemen yang selama ini ditempati Ji Hyo.

“Biar aku yang melakukannya Oppa, kau yang mandi.” Ji Hyo berdiri dihadapan Jong Kook, membuka topi dan jaket yang dikenakan pria itu.

Kaja!.” Ji Hyo mendorong dada Jong Kook.

Jong Kook tersenyum melihat wanitanya ini memperlakukannya begitu manis. Ia adalah pria yang paling beruntung yang bisa mendapatkan wanita seperhatian dan sepengertiannya. Jong Kook lagi-lagi menarik kepala Ji Hyo, mengecupnya sesaat kemudian memeluknya.

“Malam ini aku akan pulang ke Anyang.”


Mwo-ya?.” Ji Hyo melepas pelukan Jong Kook dengan memaksa. Bagaimana mungkin pria ini akan meninggalkannya dan baru memberitahukan itu padanya sekarang?

“Sebenarnya Eomeoni memintaku untuk mengajakmu. Tapi, managermu mengatakan kau besok ada pengambilan gambar untuk majalah. Jadi aku mengatakan akan pulang sendiri.”

“Ya! Oppa. Bagaimana mungkin aku tidak datang jika Si-eomeoni memintaku datang?.” Ji Hyo menatap Jong Kook marah, selalu saja seperti ini. Pria ini tidak pernah meminta pendapatnya jika ia sedang ada pekerjaan.

Yeobo, beberapa hari lagi kita akan pergi ke Indonesia. Kau harus segera menyelesaikan pekerjaanmu. Aku akan segera kembali pulang kesini.” Jong Kook mengelus kedua pipi Ji Hyo, menenangkan wanitanya ini.

Oppa...

Jong Kook mengecup bibir Ji Hyo ringan, “Mandilah, setelah ini kita makan. Aku akan menemanimu hingga kau tidur.”

Arasseo.

Selalu saja seperti ini, Jong Kook tak pernah bisa membuat Ji Hyo marah. Pria ini selalu saja ada cara untuk meluluhkan hati wanitanya itu. tidak salah jika pria ini memang sangat Ji Hyo cintai.

***

Jong Kook sampai dikediaman kedua orangtuanya. Tak biasanya orangtuanya ini ingin bertemu dengannya. Apakah mereka merindukannya? Seperti ia merindukan mereka? setelah Jong Kook memutuskan tinggal ditempat Ji Hyo beberapa bulan lalu, ia memang belum sempat mengunjungi orang tuanya ini.

Eomeoni.” Sapa Jong Kook pada seorang wanita paruh baya yang sedang melipat pakaian didalam rumah.

“Kau datang?.” Tanya Seo Ha, Ibu Jong Kook

Ye. Kau sehat Eomma?.” Jong Kook memeluk erat Ibunya.

“Ji Hyo benar-benar tidak datang?.” Seo Ha mengalihkan pertanyaannya pada puteranya itu. sebenarnya ia sangat berharap mereka berdua datang bersama.

Mianhaeyo Eomma. Aku meminta Ji Hyo menyelesaikan pekerjaannya, beberapa hari lagi kami akan pergi ke Indonesia.” Jelas Jong Kook, berharap Ibu nya ini memahami kebijakannya.

Ara. Kau sudah mengatakannya.” Ucap Seo Ha, ia kembali melipat pakaiannya.

Eomma, istirahatlah.”

“Kenapa kalian masih saja merahasiakan pernikahan kalian? Jika seperti ini, bisa saja ada yang merebut Ji Hyo darimu.”

Eomma...”

“Tak banyak gadis sepertinya, diluar sana pasti banyak yang menginginkannya. Eomma hanya mengkhawatirkan kalian berdua. Begitu juga Appa-mu.” Seo Ha menatap puteranya itu dengan lembut. Terkadang anaknya ini begitu keras kepala.

Arasseoyo Eomeoni.

“Jadi kau mengakui banyak yang menyukai Ji Hyo?.”

Ye.”

Seo Ha menepuk pundak Jong Kook pelan, “Pikirkanlah baik-baik. Eomma-mu ini menyayangi kalian.” Kemudian ia pergi setelah menyelesaikan perkataannya.

Sepeninggal Seo Ha Jong Kook terdiam, ia merebahkan tubuhnya diatas pembaringan yang telah disiapkan oleh Ibunya, ia menerawang pada kejadian beberapa saat lalu. Ia ingat jelas bahwa banyak lelaki yang menginginkan wanitanya itu. Gary salah satunya, sahabat karibnya itu memang sejak lama tertarik dengan Ji Hyo. Saat ia menunggu Ji Hyo ia melihat jelas seberapa inginnya Gary pada Ji Hyo.

“Apa yang harus aku lakukan?.” Guman Jong Kook pada dirinya sendiri.

***

“Anyang benar-benar indah Song Ji Hyo-ssi. Darimana kau tau tempat seindah ini? jika bukan kau yang menginginkan pemotretan ditempat ini, mungkin kami tidak akan pernah tau ada tempat seindah ini.”

Ji Hyo tersenyum puas mendengarkan ucapan manager salah satu majalah yang terkenal di Korea. Ini memang rencananya, karena bagaimana pun juga ia harus menemui Jong Kook dan keluarganya disela-sela kesibukannya.

“Aku telah mengatakannya. Baik, apakah pemotretannya cukup?.” Tanya Ji Hyo, ia sudah tidak sabar ingin mengunjungi orangtua Jong Kook. Setengah hari ini ia begitu bersemangat dan ingin segera menyelesaikan  pekerjaannya.

Ye. Kau akan segera mendapatkan hasilnya Song Ji Hyo-ssi.”

“Baiklah. Aku pergi sekarang. Annyeong.” Pamit Ji Hyo.

Ji Hyo pergi bersama managernya, managernya ini memang telah mengetahui segalanya, bagaimanapun juga dia adalah salah satu orang yang selalu berada didekanya.

“Kau boleh pulang, aku akan menginap.” Kata Ji Hyo saat ia telah sampai didepan kediaman Jong Kook.

Ara!. Jangan lupa kalian akan pergi ke Indonesia.”

Ne.” Ji Hyo mengangguk pertanda mengerti.

Annyeong.”

Annyeong Kaseyo.” Ji Hyo melambaikan tangannya kemudian ia membuka pagar rumah itu. ia akan membuat kejutan untuk semua orang yang ada disini.

“Ji Hyo-ya.”

Eomeoni.” Ji Hyo membungkukan badannya sesaat kemudian memeluk Seo Ha yang tadi sedang memeriksa beberapa tanaman yang berada dihalaman rumahnya.

“Kau datang?.” Tanya Seo Ha dengan senyuman yang begitu merekah diwajahnya.

Ye. Aku tidak mungkin mengabaikan permintaanmu Eomeoni.

Seo Ha menggiring Ji Hyo untuk duduk, keduanya duduk berhadapan. Sembari memperhatikan taman kecil yang dirawat oleh Seo Ha.

Mian Ji Hyo-ya, Jong Kook selalu saja membuatmu menurutinya. Maafkan dia yang meminta segala hal darimu dan merepotkanmu.”

Anio Eomeoni.” Ucap Ji Hyo dengan senyumnya. Seo Ha memang selalu meminta maaf saat bertemu dengannya atau bahkan jika menghubunginya lewat telpon. Ini semua karena Jong Kook yang meminta merahasiakan hubungan mereka dari publik karena menurut Jong Kook itulah yang terbaik untuk karir wanitanya ini. Sementara itu tak ada yang dapat dilakukan lagi selain menurutinya.

“Kapan kalian berencana memiliki seorang anak?.”

Ji Hyo menghela nafas panjang, selama beberapa bulan pernikahannya ini tak pernah ada anak dalam obrolannya bersama Jong Kook. Meraka hanya memikirkan pekerjaan dan pekerjaan, tak ada lagi yang lain.

Seo Ha menghela nafas saat tak ada jawaban dari Ji Hyo, puteranya itu memang terlalu dingin hingga istrinya saja dibuat bingung dengan pertanyaan seperti itu.

“Tidak usah dipikirkan. Eomma hanya mengingatkan saja, umur kalian bertambah setiap tahunnya begitu juga kami Eomma dan  Appa. Sebaiknya segera memikirkan hal itu.”

Mianhaeyo Eomeoni.”

“Tidak perlu meminta maaf, Eomma hanya mengingatkan saja.” Seo Ha berdiri, “Istirahatlah, kau pasti lelah. Eomma akan menyiapkan makan malam untuk kalian.”

Anio. Aku akan membantu Eomma.”

Seo Ha tersenyum kemudian mengajak Ji Hyo memasuki dapur untuk menyiapkan beberapa menu masakan.

Eomeoni. Jong Kook Oppa kemana?.”

“Dia pergi bersama Appa-nya.” Jawab Seo Ha.

Pintu tiba-tiba terbuka.

Ya! Yeobo.” Panggil Jong Kook.

Ye. Oppa.

“Kau merindukanku?.”

Seo Ha tersenyum melihat kelakuan anak semata wayangnya yang sedang menggoda istrinya.

***


Jong Kook menatap Ji Hyo yang tak banyak bicara, semenjak pulang dari Anyang kemarin dia benar-benar diam dan hanya bicara seperlunya saja. Apa yang terjadi dengannya?.

Ji Hyo mendekati Byul, istri Ha Ha. Para member Running Man memang sedang mengadakan latihan untuk fan meeting di Indonesia.

“Go Eun-ah.”

Ne, waeyo Eonni?

Annyeong Dream.” Ji Hyo melambaikan tangannya pada Putera Ha Ha dan Byul itu. ia merenggangkan kedua tangannya, membawa anak itu dalam pelukannya.

“Go Eun-ah, bagaimana perasaanmu setelah memiliki anak?.” Tanya Ji Hyo.

Byul menatap Dream yang tertawa riang saat dari kejauhan digoda oleh Appa-nya. “Bahagia, aku tidak pernah menyangka memiliki anak akan semenyenangkan ini.”

“Bagaimana dengan karirmu?.”

“Mereka semua mengerti dan membuat jadwal untukku dengan wajar. Dream tidak pernah menjadi penghalangku untuk berkarir.”

Ji Hyo terdiam, ia mengelus punggung Dream yang memeluk lehernya begitu erat. Benarkah seperti itu? apakah hal yang sama akan terjadi padanya?

“Segeralah menikah Eonni, memiliki seorang anak tidaklah buruk.”

Ji Hyo hanya tersenyum mendengarnya, ia melirik Jong Kook yang sedang berlatih dan sesekali bercanda dengan Ha Ha dan Jae Suk. Melihat Ha Ha dan Jong Kook, mereka benar-benar berbeda. tapi apakah Jong Kook akan seperti Ha Ha? Ataukah lebih baik dari itu?.

Annyeong Dream.” Sapa Gary yang tiba-tiba saja duduk disamping Ji Hyo, Dream yang terkejut segera berbalik dan berlari kearah Byul.

“Segeralah menikah dan memiliki anak, kau akan tau bagaimana rasanya Ji Hyo Eonni.” Ucap Byul sementara tangannya memeluk Dream yang manja, putera kecilnya itu mengantuk.

Gary mengerutkan keningnya bingung, “Mworago? Apa baru saja dia menyuruh kita untuk menikah?.” Tanya Gary dengan nada menggoda. “Kaja kita menikah Ji Hyo-ya.”

Geumanhae Kang Gary!.”

***

Jong Kook menarik Ji Hyo dalam pelukannya begitu keduanya memasuki Apartemen. Ia tidak tahan dengan sikap diam Ji Hyo, wanita itu membalas pelukannya.

Gwaenchana?.” Tanya Jong Kook masih belum melepaskan pelukannya.

Gwaenchana Oppa.” Ji Hyo membenamkan wajahnya pada dada bidang Jong Kook, terlalu banyak yang bersarang dalam pikirannya. ia benar-benar bingung harus berbicara darimana dengan pria yang memeluknya ini.

“Katakanlah, apa yang membuatmu diam seperti ini?.” tanya Jong Kook. “Apakah Eomeoni mengatakan sesuatu padamu kemarin?.”

Ji Hyo menarik dirinya dari Jong Kook. “Anio Oppa. Aku lelah, kita istirahat saja. Besok kita akan berangkat.” Setelah mengatakan itu ia berlalu begitu saja dari hadapan Jong Kook.

Jong Kook menghela nafas panjang, ia mengingat-ingat sikap Ji Hyo seharian ini, ini membuatnya benar-benar bingung.

“Byul!.” Jong Kook ingat, saat beristirahat tadi ia membicarakan sesuatu dengan istri dongsaeng-nya itu.

Jong Kook segera mendial nomor Ha Ha. Apakah percakapan mereka ada sangkut pautnya dengan sikap Ji Hyo hari ini?.

Yeoboseyo Dong Hoon-ah.”

Ye. Hyung.

“Apakah Byul sibuk? Ada yang harus aku tanyakan padanya.”

Waeyo Hyung? Katakan saja padaku.”

Ani Dong Hoon-ah, mian. Suatu saat aku akan menceritakannya padamu.”

Arasseoyo.”

Jong Kook menunggu beberapa saat, terdengar percakapan kecil antara pasangan suami-istri itu.

Yeoboseyo Jong Kook Oppa?.”

Ye  Byul, aku ingin bertanya.”

Mwo?.”

“Kulihat tadi kau bersama Ji Hyo, apa yang kalian bicarakan?.”

Anio Oppa, Geureonde... Oppa kami membicarakan tentang anak, Ji Hyo Eonni menanyakan tentang perasaanku saat setelah memiliki Dream. Hanya itu.”

“Oh, Gomawo Byul-ah. ”

Ye, Oppa. Apakah terjadi sesuatu dengannya?.”

Ani Go Eun-ah. Maaf aku mengganggu waktumu. Gomawo. Annyeong.

Jong Kook menghela nafas panjang begitu mengakhiri percakapan dengan Istri sahabatnya itu. apakah Ji Hyo bersikap seperti itu karena menginginkan seorang anak? Tapi kenapa dia hanya diam saja tidak mengatakan apapun?

Kamar telah remang pertanda Ji Hyo telah tertidur. Jong Kook membaringkan diri disamping Ji Hyo, ia memeluk wanita yang sangat ia sayangi itu begitu erat.

No comments:

Post a Comment